AUD/USD Tahan Tekanan: CPI Australia Penentu Arah Pasar di Tengah Ancaman Tarif AS

AUD/USD Tahan Tekanan: CPI Australia Penentu Arah Pasar di Tengah Ancaman Tarif AS

trading sekarang

AUD/USD berada sekitar 0.7040 pada Selasa, turun sekitar 0.20% dibandingkan hari sebelumnya setelah gagal bertahan di level 0.7100. Hal ini menegaskan adanya koreksi dari kenaikan multi-bulan yang sempat mendorong pasangan tersebut ke wilayah atas. Pelaku pasar tampak mengambil sikap berhati-hati menjelang serangkaian rilis data utama minggu ini. Sentimen risiko secara umum juga lebih fragil akibat ketidakpastian global.

Pasangan ini sedang mengalami koreksi dari level tertinggi beberapa bulan karena investor memangkas eksposur risiko menjelang rilis data makro penting di Australia, China, dan Amerika Serikat. Pasar menimbang dampak kebijakan moneter yang lebih ketat di Australia terhadap laju ekonomi domestik. Para pelaku pasar mencari konfirmasi arah melalui data inflasi dan angka-angka permintaan yang bisa memandu kebijakan RBA ke depan. Dengan sentimen global yang rapuh, pergerakan AUD cenderung sensitif terhadap sentimen perdagangan dan risiko mata uang risk-on.

Rilis inflasi Australia untuk Januari yang dijadwalkan pada hari Rabu dipandang sebagai katalis utama pekan ini. Diperkirakan inflasi YoY naik 3.7%, sedikit lebih rendah dari 3.8% sebelumnya, dan Trimmed Mean di 3.3%. Angka-angka ini bisa mempengaruhi kebijakan moneter, mengingat RBA baru saja menaikkan cash rate menjadi 3.85% dengan alasan tekanan inflasi dan permintaan domestik yang kuat. Pasar akan menilai apakah kejutan inflasi akan menjaga sikap ketat kebijakan atau memberi ruang bagi pelemahan nilai tukar jika tekanan harga mulai mereda.

Sisi AS tetap menjadi faktor kunci di balik pergerakan AUD/USD. Setelah beberapa langkah, Mahkamah Agung AS menahan beberapa tarif lama dan Presiden Donald Trump mengancam tarif global 15% di bawah Section 122 Trade Act. Pengumuman ini menghidupkan kembali kekhawatiran tentang eskalasi perang dagang dan berdampak pada mata uang siklis seperti AUD yang sensitif terhadap dinamika perdagangan internasional. Ketidakpastian perdagangan memberi dukungan pada dolar AS sebagai aset pelindung risiko.

Dinamika perdagangan global menambah tekanan pada AUD, karena pasangan mata uang ini sangat bergantung pada aliran barang, komoditas, dan permintaan dari mitra utama Australia. Risiko kebijakan perdagangan dan ketegangan tarif meningkatkan volatilitas jangka pendek, membuat investor lebih fokus pada data ekonomi dan komentar bank sentral. Secara teknikal, pergerakan terdahulu menunjukkan AUD mencoba mempertahankan level kunci meski ada tingkat volatilitas yang moderat.

Rilis inflasi Australia yang akan datang bisa menjadi penentu arah jangka pendek AUD/USD. Jika angka-angka menunjukkan pelemahan inflasi dan permintaan domestik melunak, pasangan bisa mempertahankan posisi di atas 0.7000. Sebaliknya, data yang menunjukkan tekanan inflasi tetap kuat atau tarif global meningkat bisa memicu koreksi lebih lanjut dan membentuk fase konsolidasi yang lebih luas. Dengan kebutuhan risk-reward minimal 1:1.5, trader bisa menunggu konfirmasi pola sebelum membuka posisi.

broker terbaik indonesia