AUD/USD Tertekan oleh Kekuatan Dolar AS: Analisa Inflasi, RBA, dan Prospek Kebijakan Fed

AUD/USD Tertekan oleh Kekuatan Dolar AS: Analisa Inflasi, RBA, dan Prospek Kebijakan Fed

Signal AUD/USDSELL
Open0.708
TP0.703
SL0.711
trading sekarang

AUD/USD melemah pada perdagangan Kamis karena kekuatan luas dolar AS yang menekan dolar Australia. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan memperlihatkan bahwa pergerakan pasangan ini mencerminkan fokus pasar terhadap arah kebijakan moneter serta dinamika inflasi yang baru dirilis. Para pelaku pasar menilai momentum harga sebagai sinyal untuk arah jangka pendek.

Saat ini AUD/USD diperdagangkan sekitar 0.7078, turun sekitar 0.60 persen. Gerakannya telah memangkas sebagian besar kenaikan hari sebelumnya yang didorong data inflasi lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini menambah fokus pada kemungkinan RBA untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat lebih lama.

Data hari ini menunjukkan bahwa Trimmed Mean CPI Australia naik menjadi 3.4 persen YoY pada Januari, lebih tinggi dari 3.3 persen pada Desember, sementara CPI inti tetap di 3.8 persen YoY. Pasar juga mencermati komentar Gubernur RBA Michele Bullock yang menegaskan adanya keseimbangan antara tenaga kerja yang cukup ketat dan inflasi yang tetap elevated. Dengan latar belakang tersebut, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut tetap menjadi tema utama di pasar.

Inflasi Australia dan dinamika pasar tenaga kerja menjadi fokus utama dalam perkembangan kebijakan bank sentral. Data inflasi terbaru memperkuat dugaan bahwa RBA akan mempertahankan langkah-langkah pengetatan setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Para investor menilai bahwa komponen inflasi inti yang masih bertahan di atas target memerlukan sikap tetap hati-hati dari bank sentral.

Gubernur RBA Michele Bullock menyatakan bahwa pasar tenaga kerja terasa agak ketat dan inflasi masih berada pada level yang elevated, meskipun tidak terlihat melaju terlalu kuat. Ia menegaskan ekonomi berada pada posisi seimbang, mungkin sedikit ketat, sehingga penetapan kebijakan menjadi lebih menantang. Pasar pun menyiapkan diri untuk potensi pergerakan suku bunga pada Mei, meskipun pertemuan Maret diperkirakan tetap menjaga suku bunga.

Di sisi dolar AS, daya dukung datang dari realisasi bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga Fed mulai menurun karena inflasi inti masih bertahan di atas 2 persen. Data PCE inti Desember menunjukkan kenaikan 0.4 persen MoM dan 3.0 persen YoY, menambah bukti bahwa inflasi inti belum meluruh dengan cepat. Banyak analis memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan April, dengan kemungkinan pelonggaran baru yang diharapkan di Juni menurut alat CME FedWatch.

Ke depan, perhatian pasar difokuskan pada data Producer Price Index PPI AS untuk Januari yang akan dirilis hari Jumat. Analis memperkirakan PPI headline naik sekitar 0.3 persen MoM, melanjutkan tren perlambatan dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut tetap berada dalam kerangka yang menilai harga produksi sebagai indikator awal arah inflasi.

Secara teknikal, AUD/USD menunjukkan bias negatif sepanjang sesi. Pergerakannya diperkirakan tetap sensitif terhadap data inflasi, pernyataan bank sentral, serta pergerakan dolar Amerika. Trader disarankan mengevaluasi posisi dengan fokus pada manajemen risiko mengingat volatilitas yang bisa meningkat jelang rilis data PPI.

Dengan latar belakang ini, trader di pasar valuta asing disarankan menjaga disiplin strategi. Analisa ini menekankan bahwa faktor fundamental tetap menjadi penentu arah utama pasangan mata uang berisiko seperti AUDUSD. Setiap entri posisi harus mempertimbangkan risiko dan target yang realistis, sesuai panduan risiko yang telah ditetapkan.

broker terbaik indonesia