AUDUSD Menguat Didukung Data Tenaga Kerja Desember dan Sentimen Risiko Global

AUDUSD Menguat Didukung Data Tenaga Kerja Desember dan Sentimen Risiko Global

trading sekarang

Dinamika Data Tenaga Kerja Australia

Australia mencatat peningkatan tenaga kerja yang solid pada Desember, menghasilkan lonjakan pekerjaan sebesar 65,2 ribu. Angka ini menunjukkan daya tahan pasar tenaga kerja di tengah peta ekonomi global yang membaik. Di samping itu, tingkat pengangguran turun 0,2 poin menjadi 4,1%, menandai kemajuan yang konsisten dibanding bulan sebelumnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 2 tahun naik sekitar 9 basis poin pasca rilis data. Lonjakan yield mencerminkan penilaian pasar terhadap risiko inflasi yang lebih persisten akibat pasar tenaga kerja yang ketat. Kenaikan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa RBA bisa mengambil langkah kebijakan yang lebih hawkish jika tren upah terus menunjukkan tekanan inflasi.

Secara umum, data ini mendongkrak prospek AUD sebagai salah satu mata uang dengan kinerja kuat di G10. Perkembangan ini juga memperpanjang momentum AUD sejak awal tahun, didorong oleh optimisme terhadap pertumbuhan global. Kondisi ini muncul di tengah harapan bahwa perlambatan perdagangan dapat dihindari jika ketegangan kebijakan ekonomi global mereda.

Sentimen Risiko Global dan Dinamika Kebijakan

Sentimen risiko global mengalami perbaikan setelah forum ekonomi global di Davos dan pembicaraan antara pemimpin negara dengan sekjen NATO, di mana pelaku pasar menilai tidak adanya eskalasi militer atau tarif untuk saat ini. Kelegaan ini mendukung likuiditas aset berisiko dan memberi ruang bagi risiko mata uang komoditas seperti AUD untuk menguat.

Pertemuan tersebut membantu menahan ancaman tindakan militer AS dan perang dagang yang memicu kekhawatiran bagi pertumbuhan dunia. Meski tetap waspada, pasar sekarang melihat peluang peningkatan aktivitas ekonomi global yang lebih luas. Imbasnya, AUD mendapat dukungan dari perbaikan aliran modal dan permintaan komoditas yang lebih kuat.

Para pelaku pasar menilai risiko inflasi global berpotensi menurun berkat ketiadaan kebijakan proteksionis baru. Hal ini menambah kepercayaan bahwa aset berisiko bisa mempertahankan performa lebih lama. Dengan demikian, pasangan AUDUSD berada dalam fokus sebagai salah satu proxy risiko terhadap peningkatan likuiditas pasar.

Outlook AUD dan Risiko Inflasi

Kenaikan imbal hasil dua tahun Australia memicu kekhawatiran terkait inflasi yang lebih persisten dan menambah tekanan pada RBA untuk menjaga kebijakan tetap curam lebih lama. Pasar menilai bahwa jalur kebijakan moneter bisa tetap ketat meski pertumbuhan global membaik. Parameter ini meningkatkan volatilitas jangka pendek pada AUDUSD.

Dari sisi fundamental, perbaikan harga komoditas dan ekspektasi pertumbuhan global bisa mendukung AUD untuk mempertahankan momentum. Namun, risiko geopolitik dan perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap mitra dagang utama tetap menjadi faktor yang perlu diawasi. Investor perlu menilai data ekonomi Australia berikutnya dan pernyataan RBA untuk memetakan arah pasangan.

Ringkasnya, AUD berpotensi melanjutkan tren kenaikannya jika data tenaga kerja kuat dan sinyal kebijakan hawkish RBA berlanjut. Namun, pergerakan ini tetap tergantung pada dinamika global termasuk reformasi perdagangan, harga komoditas, dan respons kebijakan bank sentral lain. Disarankan para trader untuk mengacu pada level harga kunci dan menjaga rencana manajemen risiko yang jelas.

broker terbaik indonesia