Analisis FX dari Commerzbank menunjukkan bahwa Anggaran Singapura 2026 menekankan dukungan sisi pasokan, internasionalisasi UMKM, dan pengembangan pasar modal. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang dan meningkatkan daya saing. Pembiayaan baru untuk Equity Market Development Programme dan Anchor Fund menjadi bagian penting dari paket reformasi tersebut.
Perdana Menteri Lawrence Wong memperkenalkan anggaran tersebut dengan fokus jelas pada peningkatan produksi dan efisiensi. Kebijakan ini menekankan pembiayaan inovatif untuk mendorong pembiayaan perusahaan dan aliran modal ke pasar modal lokal. Secara umum, langkah tersebut bertujuan memperkuat ekosistem keuangan serta mendorong inovasi di sektor swasta.
Di pasar valuta asing, USD/SGD bergerak datar di sekitar 1.2630 seperti terlihat kemarin. Pasangan ini mendekati level terendah 10 tahun di sekitar 1.2580, menandakan SGD yang lebih kuat terhadap USD. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menyoroti kinerja SGD yang lebih kuat tahun ini.
SGD telah mengungguli sebagian besar pasangan Asia, sementara USD/SGD berada mendekati level rendah jangka panjang. Indeks Straits Times mencapai rekor tertinggi, mencerminkan sentimen positif pada ekonomi lokal. Pergerakan ini mencerminkan dinamika antara kebijakan fiskal yang pro pertumbuhan dan prospek ekspor yang lebih optimis.
Menurut data, SGD menjadi mata uang Asia terkuat tahun ini, dengan MYR naik 4.0% dan THB naik 1.9% lebih kuat, sementara SGD sendiri naik 1.8% terhadap USD sejak awal tahun. Perbandingan performa ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan reformasi pasar modal Singapura memberi dukungan pada mata uang domestik. Investor global memandang SGD sebagai salah satu pilihan yang lebih stabil di kawasan tersebut.
Secara implisit, langkah-langkah anggaran 2026 cenderung menambah likuiditas dan memperbaiki aliran modal ke sektor utama. Hal ini berpotensi menjaga SGD lebih kuat terhadap USD dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, dinamika regional dan kebijakan moneter global tetap menjadi faktor penentu yang perlu diamati.
Untuk trader FX, dinamika USD/SGD menawarkan peluang arah jual terhadap pasangan ini jika tren SGD bertahan. Menurut analisis dari Cetro Trading Insight, kebijakan fiskal Singapura sedang memperkuat fundamental mata uang lokal. Dengan demikian, tekanan terhadap USD/SGD cenderung negatif, meskipun volatilitas pasar bisa meningkat pada rilis data ekonomi.
Sebagai contoh skenario perdagangan, entri di angka 1.2630 dapat dipertimbangkan dengan target 1.2480 dan stop di 1.2730. Rasio risiko-imbalan di skenario ini adalah 1:1.5, sesuai pedoman yang berlaku. Trader disarankan menjaga ukuran posisi yang proporsional dan memperhitungkan faktor likuiditas pasar sesi Asia.
Pastikan tetap mematuhi manajemen risiko dan menghindari overtrading. Jika analisis tidak cukup untuk sinyal trading atau instrumen tidak relevan, maka sinyal dapat diberi nilai no dan levelnya di-set null. Meskipun demikian, ide utama adalah mengikuti arah fundamental SGD yang didukung kebijakan anggaran tanpa mengabaikan risiko eksternal.