BEI Catat Dua Obligasi dan Satu Sukuk Pekan 9–13 Februari 2026 dengan Peringkat AA+(idn)

BEI Catat Dua Obligasi dan Satu Sukuk Pekan 9–13 Februari 2026 dengan Peringkat AA+(idn)

trading sekarang

Dalam pekan singkat 9–13 Februari 2026, BEI memperlihatkan dinamika likuiditas pasar obligasi korporasi dengan catatan pencatatan signifikan yang mengubah lanskap pembiayaan infrastruktur di Tanah Air.

Pada Kamis, 12 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp800 miliar. Peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menandakan profil risiko yang solid bagi investor, sementara Wali Amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Selanjutnya, pada Jumat 13 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dicatatkan dengan nilai nominal Rp889 miliar dan Rp210,1 miliar. Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+(idn) untuk kedua instrumen, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebagai Wali Amanat.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2026 mencapai 19 emisi dari 13 emiten, bernilai Rp14,56 triliun. Secara total, BEI memiliki 671 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai outstanding Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta, ditempatkan oleh 133 emiten. Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 190 seri dengan nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta, serta Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.

Penutupan dua pencatatan pekan ini melibatkan emitennya sendiri, Hino Finance Indonesia untuk Obligasi I Berkelanjutan II, dan Tower Bersama Infrastructure untuk seri VII serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III 2026. Peringkat idAA+ dari Pefindo serta AA+(idn) dari Fitch menunjukkan profil pembayaran yang kuat dan akses pembiayaan yang stabil. Wali Amanat pada kedua program ini adalah BBRI untuk Hino Finance dan BBTN untuk TBIG, menambah keyakinan investor terhadap struktur program.

Untuk TBIG, dengan rating AA+(idn) dari Fitch, Wali Amanat adalah BBTN; Struktur penjamin emisi memberikan jaminan manajemen risiko dan memitigasi likuida. Hal ini meningkatkan daya tarik investor pada proyek infrastruktur melalui instrumen obligasi dan sukuk yang diterbitkan TBIG.

Menurut Cetro Trading Insight, tren terbaru menunjukkan minat investor terhadap instrumen berperingkat AA+(idn) dan idAA+ seiring ekspansi infrastruktur nasional. Berita ini memperlihatkan bahwa pasar obligasi korporasi Indonesia tetap atraktif bagi investor yang mencari profil risiko menengah dengan imbal hasil yang lebih kompetitif.

Apa Artinya bagi Investor dan Pasar Fixed Income di Indonesia

Investasi pada obligasi berperingkat AA+(idn) cenderung menawarkan aliran pendapatan yang relatif lebih stabil dengan risiko moderat. Investor perlu mengevaluasi profil emiten, jadwal kupon, serta tenor untuk menilai kecocokan dengan strategi portofolio mereka.

Secara makro, pencatatan emisi obligasi dan sukuk di BEI mencerminkan peran penting pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur nasional. Peningkatan aktivitas emis i 2026 menandakan diversifikasi sumber pembiayaan luar dari pinjaman bank semata, yang dapat mendukung proyek-proyek publik dan privat.

Ringkasnya, pekan ini menunjukkan BEI terus memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia melalui pencatatan obligasi dan sukuk berperingkat tinggi. Investor disarankan melakukan analisis fundamental dan manajemen risiko sebelum berinvestasi pada instrumen-instrumen ini.

broker terbaik indonesia