AUD/USD berhasil menghentikan tren penurunan selama tiga hari berkat melemahnya Dolar AS secara luas. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika kebijakan serta risiko politik yang terkait pelacakan independensi bank sentral. Investor menilai bahwa sinyal volatilitas terkait penyelidikan DoJ dan komentar pejabat The Fed dapat memicu perubahan arus masuk ke pasangan mata uang ini.
Dolar AS mengalami tekanan setelah muncul laporan DoJ yang melibatkan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang menimbulkan kekhawatiran tentang tekanan politik terhadap bank sentral. Indeks dolar DXY berada di sekitar 98,88 setelah mundur dari puncak sebulan. Powell menegaskan bahwa kebijakan The Fed harus didasarkan pada kondisi ekonomi dan bukan dinamika politik, sambil menimbang bahwa fokus kebijakan masih pada pelonggaran bertahap.
Di sisi kebijakan moneter, perbedaan kebijakan antara The Fed dan RBA memberikan dukungan bagi AUD/USD untuk bergerak lebih tinggi. Meskipun data tenaga kerja AS menunjukkan gambaran yang campur aduk, para pelaku pasar memperkirakan potensi pelonggaran total sekitar 50 basis poin tahun ini.
Selain faktor politik, perbedaan jalur kebijakan yang semakin jelas antara The Fed dan Reserve Bank of Australia (RBA) mendukung potensi penguatan Aussie. Inflasi di Australia tetap berada di atas target 2-3%, dan survei menunjukkan sejumlah ekonom kini mengharapkan dua kenaikan suku bunga dalam 18 bulan ke depan.
Sementara The Fed tetap menegaskan jalur pelonggaran bertahap meski data tenaga kerja AS menunjukkan beberapa kebingungan, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga berkurang untuk jangka pendek. Perbedaan kebijakan ini menarik arus modal ke AUD jika RBA menunjukkan komitmen kenaikan suku bunga di masa depan.
Dalam wawancara dengan ABC News, Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan bahwa kemungkinan pemotongan terakhir dalam siklus ini masih ada, sambil pasar menanti konfirmasi langkah selanjutnya.
Kalender ekonomi Australia minggu ini relatif ringan meski data kepercayaan konsumen Westpac dan ekspektasi inflasi konsumen menjadi fokus pasar. Pasar juga akan memantau data perdagangan Tiongkok pada hari Rabu karena dampaknya terhadap ekspor dan impor Australia.
Di Amerika Serikat, investor tetap memantau rilis Indeks Harga Konsumen untuk petunjuk tambahan terkait prospek kebijakan The Fed, sambil menimbang pernyataan pejabat kunci The Fed sepanjang minggu ini.
Dengan potensi langkah RBA yang bisa menjadi kenaikan suku bunga di masa depan, investor perlu menimbang risiko geopolitik, dinamika likuiditas global, dan perubahan permintaan global terhadap aset berisiko saat menentukan arah AUDUSD.