AUDUSD Menguat Menuju Level 0,6942 Menjelang Data CPI Australia: Peluang Buy Berdasarkan Perbedaan Kebijakan RBA vs Fed

Signal AUD/USDBUY
Open0.675
TP0.6942
SL0.6671

Gaya inflasi Australia dan dampaknya terhadap AUD

ABS dijadwalkan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk November pada pukul 00:30 GMT, Rabu. Perkiraan menunjukkan CPI YoY sebesar 3,7%, sedikit menurun dari 3,8% pada Oktober, namun tetap di atas median konsensus 3,6%. Laju inflasi ini menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan moneter dan dinamika nilai tukar AUD terhadap USD.

Data inflasi bulanan menambah gambaran mengenai bagaimana tekanan harga berubah dari bulan ke bulan. Meskipun tren triwulanan telah beralih ke ukuran bulanan, pelaku pasar tetap memperhatikan konsistensi pembacaan inflasi untuk menilai kestabilan tren dan potensi volatilitas pasar.

Secara umum, jika CPI terlihat lebih tinggi dari ekspektasi, peluang RBA untuk mempertahankan atau mengurangi pelonggaran lebih lanjut meningkat. Dalam konteks itu, AUD berpotensi menguat terhadap USD jika pasar melihat peluang peningkatan suku bunga di masa depan.

Kebijakan RBA dan jalur pengetatan yang mungkin

RBA memperpanjang jeda pelonggaran suku bunga hingga Desember, menandakan bahwa pelonggaran kebijakan telah berada di ujungnya. Keputusan ini menekankan fokus pada data inflasi dan tenaga kerja sebagai pilar utama arah kebijakan ke depan.

Gubernur Michelle Bullock menekankan bahwa pembahasan kebijakan berikutnya sangat bergantung pada perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja. Meskipun penurunan pekerjaan terlihat, tingkat pengangguran tetap rendah, sehingga jalur kebijakan tetap dipantau secara ketat oleh pelaku pasar.

Secara umum, laporan inflasi dan data tenaga kerja menjadi faktor utama dalam menentukan langkah RBA pada pertemuan kebijakan berikutnya. Jika angka inflasi tetap lebih tinggi dari prediksi, persepsi terhadap kebutuhan pengetatan bisa meningkat, menambah dorongan bagi AUD.

Dinamika AUD/USD dan level teknis utama

Harga AUD/USD berada di sekitar level 0,6750 menjelang rilis inflasi, dengan ekspektasi bahwa perbedaan kebijakan antara RBA dan Federal Reserve akan menjadi pendorong utama pergerakan pasangan ini. Analisis teknikal menunjukkan momentum bullish masih ada, meskipun RSI 14-hari mendekati wilayah jenuh beli, sehingga ruang untuk kenaikan tetap terbuka sebelum adanya koreksi.

Analisis teknis menunjukkan target berikutnya di sekitar 0,6800, dengan resistance utama berikutnya berada pada 0,6888 dan 0,6942. Jika harga mengalami retracement, support pertama terlihat di sekitar SMA 21-hari di 0,6671 dan berikutnya di sekitar 0,6600.

Dengan dinamika ini, skenario bullish memiliki potensi risiko-imbangan yang menarik asalkan data inflasi menguatkan ekspektasi pengetatan kebijakan. Namun, investor disarankan untuk memantau rilis data inflasi dan komentar kebijakan untuk konfirmasi arah pergerakan.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image