Dolar AS Tampil Campuran di Awal Tahun; Pasar Menanti Data Ketahanan Tenaga Kerja dan PMI untuk Arah Fed

Dolar AS diperdagangkan tanpa arah yang jelas pada hari perdagangan ini, menandai menurunnya momentum setelah awal yang relatif positif untuk tahun perdagangan baru. Pergerakan Indeks Dolar (DXY) berfluktuasi di sekitar kisaran 98.00, mencerminkan campuran interpretasi pelaku pasar terhadap data awal yang dirilis. Investor menilai bagaimana laporan ADP dan PMI Jasa ISM dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap jalur kebijakan Fed.

Faktor fundamental mendominasi diskusi pasar karena pelaku pasar menilai potensi perubahan kebijakan moneter yang bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Data berikutnya seperti klaim tunjangan pengangguran awal, laporan Challenger tentang pelonggaran pekerjaan, serta neraca perdagangan dan biaya tenaga kerja unit menjadi fokus utama. Hasil dari data tersebut dapat mengubah prospek suku bunga jangka pendek dan memicu volatilitas di pasar mata uang.

Di sisi kalender ekonomi, para pelaku pasar menilai dinamika harga rumah, tingkat hipotek, serta survei kepercayaan konsumen di berbagai wilayah sebagai indikator arah fiskal dan kebijakan moneter. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen di zona euro dan pidato pejabat bank sentral turut menambah konteks bagi pergerakan mata uang utama. Secara keseluruhan, pasar menanti konfirmasi arah dari data-data kunci ini sebelum menata portofolio untuk beberapa bulan ke depan.

Dinamik Pasangan Utama dan Kondisi Pasar Regional

EUR/USD berada dalam mode positif yang terbatas, naik meskipun gagal menembus level kunci 1.1700 secara meyakinkan. Pergerakan ini mencerminkan keseimbangan antara kehati-hatian pasar dan potensi perubahan ekspektasi suku bunga. Investor menunggu konfirmasi dari data ekonomi utama untuk menentukan apakah reli saat ini dapat dipertahankan di jangka menengah.

GBP/USD turun tajam, melanjutkan bias turun dari puncak multi-minggu di sekitar 1.3570, dengan tekanan yang dipicu oleh reinterpretasi risiko serta pergeseran volatilitas pasar obligasi. Pergerakan teknikal dan komentar kebijakan regional menambah tingkat ketidakpastian bagi pelaku pasar. Meskipun ada peluang rebound teknikal, level resistance berikutnya tetap menjadi penentu arah di waktu dekat.

USD/JPY hampir tidak bergerak, bertahan di sekitar 156.70 setelah minimnya arahan yang luas di pasar FX secara umum. AUD/USD juga membalikkan tiga hari kenaikan berturut-turut dan bergerak kembali ke zona 0.6720 tanpa arah jelas bagi Greenback. Pasar mata uang utama menunjukkan tanda-tanda likuiditas yang tipis, menantikan data tambahan untuk memicu pergerakan signifikan dalam beberapa sesi ke depan.

Kondisi Komoditas dan Indikator Lainnya

Harga minyak WTI melemah lebih lanjut, turun di bawah level 56.00 dolar per barel karena peserta pasar terus mengevaluasi dinamika pasokan serta permintaan di front AS-Venezuela. Katalis lain datang dari penilaian terhadap prospek permintaan global dan potensi perbaikan atau pelemahan risiko geopolitik. Dalam kerangka teknikal, level support dan resistance menjadi acuan bagi pergerakan jangka pendek.

Harga emas mengalami tekanan jual yang signifikan, membalikkan retracement beberapa hari terakhir dan berada di sekitar zona 4.420 dolar per troy ounce. Sentimen pasar terhadap logam mulia tetap rapuh karena fokus investor bergeser ke data inflasi dan kebijakan moneter yang lebih luas. Pergerakan emas juga dipengaruhi oleh lonjakan volatilitas imbas rilis data ekonomi utama di berbagai wilayah.

Harga perak mengkoreksi sebagian dari kenaikan baru-baru ini, mendekati level sekitar 76,00 dolar per ons. Kondisi teknikal pada kedua logam mulia tetap sensitif terhadap berita data ekonomi dan perubahan kebijakan moneter global. Pasar komoditas secara umum menunjukkan dinamika yang lebih labil menjelang rilis sejumlah indikator utama berikutnya, sehingga volatilitas bisa meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image