Dow Jones rebound 425 poin setelah AI-led selloff; AMD-Meta kemitraan dorong sentimen pasar

Dow Jones rebound 425 poin setelah AI-led selloff; AMD-Meta kemitraan dorong sentimen pasar

trading sekarang

Dalam perdagangan Selasa, indeks utama di Wall Street menunjukkan pemulihan luas setelah sesi sebelumnya dipicu oleh kekhawatiran terkait disrupsi AI pada sektor perangkat lunak. Dow Jones Industrial Average naik sekitar 425 poin, atau sekitar 0,85%, dan berhasil menembus kembali level 49.000. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sekitar 0,6% dan 0,9%, dipicu kembali oleh kinerja kuat saham-saham semikonduktor.

Faktor sentimen pasar yang menguat adalah memperkecil kekhawatiran mengenai dampak teknologi AI terhadap model bisnis tradisional. Investor menilai bahwa momentum begini dapat mengurangi volatilitas yang terjadi minggu ini setelah kekhawatiran soal kebijakan perdagangan dan potensi tarif berpendar.

Selain itu, dinamika di pasar sekarang menunjukkan bagaimana saham-saham unggulan di sektor chip berperan sebagai penggerak utama rebound. Para analis menilai bahwa pergerakan terakhir menandai dimulainya fase penyesuaian harga setelah hari-hari tekanan yang panjang.

AMD melonjak sekitar 8% setelah mengumumkan perjanjian multi-tahun dengan Meta Platforms untuk menempatkan hingga 6 gigawatt GPU Instinct di infrastruktur data center AI milik Meta. Perjanjian tersebut menandai kontribusi besar AMD terhadap kapasitas komputasi AI skala perusahaan.

Kesepakatan tersebut juga mencakup penerbitan waran berbasis kinerja untuk hingga 160 juta saham AMD, yang akan vesting berdasarkan milestone pengiriman. Langkah ini menambah jejak transaksi besar dalam ekosistem AI dan sejalan dengan kemitraan Meta dengan vendor chip lain.

Secara konteks industri, kemitraan AMD-Meta menambah dinamika persaingan di ruang infrastruktur AI bersama OpenAI dan Nvidia, menyoroti fokus perusahaan besar pada solusi data center. Para investor melihat sinyal kuat bahwa kebutuhan kapasitas komputasi untuk AI akan tetap kuat dalam beberapa kuartal ke depan.

Data kepercayaan konsumen menunjukkan peningkatan Indeks ke 91,2 pada Februari, mengalahkan ekspektasi para analis yang berada di 87,0. Laporan tersebut menandai kelanjutan perbaikan sentimen konsumen meskipun tekanan harga masih menjadi fokus utama.

Revisi terhadap bacaan Januari juga lebih tinggi, menjadi 89,0 dari 84,5 sebelumnya, menambah gambaran bahwa persepsi terhadap peluang kerja membaik. Namun Present Situation Index cenderung menurun, menunjukkan bahwa konsumen masih waspada terhadap dinamika harga dan potensi tarif.

Secara keseluruhan, laporan ini memberikan konteks penting bagi investor menjelang pernyataan kebijakan perdagangan yang direncanakan, dan laporan ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia