BCB Diprediksi Mulai Siklus Pemangkasan Suku Bunga pada Maret meski Inflasi Layanan Tahan

trading sekarang

Dalam laporan terbaru, Dan Pan dari Standard Chartered menekankan dampak impor lebih murah dan penguatan Real Brasil terhadap inflasi barang. Kondisi ini memberi ruang bagi BCB untuk menandai dimulainya siklus pemangkasan suku bunga pada Maret. Bagi Cetro Trading Insight, analisis ini menunjukkan bahwa disinflasi barang bisa menjadi penopang, meskipun inflasi layanan tetap menjadi hambatan bagi target.

Inflasi jasa berada di kisaran 5-6% dan menyumbang sekitar 37% dari keranjang IPCA, sehingga bagian inti dan total inflasi masih bertahan di atas target. Meskipun disinflasi barang berpotensi menurunkan core inflation, tanpa perbaikan signifikan pada inflasi jasa, tekanan harga inti bisa tetap tinggi. Pembaca perlu memahami bahwa laju disinflasi barang saja tidak cukup untuk membawa inflasi turun secara konsisten.

BCB kemungkinan melangkah secara hati-hati, memberikan ruang untuk kemenangan parsial dari pelonggaran barang, namun tidak akan tergesa-gesa memangkas lebih dari 250 basis poin tanpa keyakinan bahwa inflasi jasa akan menurun. Pasar memantau sinyal kebijakan dengan cermat, karena jalur pelonggaran yang jelas menjadi kunci arah suku bunga di 2026. Secara umum, dinamika inflasi jasa dan nilai tukar BRL terhadap dolar menjadi bagian terpenting dalam penilaian risiko bagi trader.

Pasar menilai bahwa pelonggaran kebijakan secara bertahap dapat mendorong BRL melemah, tetapi dampaknya terhadap pasangan USDBRL tergantung pada bagaimana ekspektasi pelonggaran dimaknai oleh investor. Jika pelonggaran menunjukkan jalan yang sabar dan terkontrol, USDBRL bisa mengalami kenaikan sementara karena dolar menguat. Analisis Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergerakan USDBRL sangat bergantung pada jalur suku bunga dan persepsi risiko inflasi di Brasil.

Selain faktor domestik, risiko eksternal seperti dinamika harga dari eksportir besar, seperti China, dapat memicu tekanan pada harga impor dan mempengaruhi inflasi domestik. Jika rally BRL berhenti, disinflasi barang bisa kehilangan momentum dan tekanan inflasi tetap relevan bagi keputusan kebijakan. Kondisi ini meningkatkan volatilitas pasar mata uang dan menuntut kehati-hatian dalam penempatan posisi.

Secara praktis, artikel ini menekankan bahwa satu sinyal trading tidak cukup untuk rekomendasi karena fokus utama adalah inflasi layanan dan jalur kebijakan. Trader disarankan untuk memantau laporan IPCA, komentar kebijakan BCB, serta faktor eksternal yang bisa mengubah ekspektasi pasar. Karena informasi saat ini belum cukup konfirmasi arah yang jelas, tidak ada sinyal trading yang direkomendasikan untuk USDBRL.

broker terbaik indonesia