Langkah tegas BEI mengguncang lanskap perdagangan saham domestik, menegaskan komitmen regulator untuk menjaga likuiditas dan integritas pasar. Keputusan ini efektif mulai 11 Februari 2026 dan diambil untuk menanggulangi dinamika harga yang sulit diprediksi. Langkah ini juga ditujukan untuk mencegah lonjakan volatilitas yang berpotensi merugikan pelaku pasar.
Keempat emiten yang dicabut adalah MGNA, MKAP, NATO, dan SPRE. Beberapa waktu terakhir, saham-saham tersebut masuk papan FCA karena suspensi perdagangan lebih dari satu hari. Pemindahan status ini berarti kelonggaran skema FCA bagi keempat saham tersebut dan menandai perubahan penting bagi likuiditas perdagangan.
Keputusan BEI dinilai sebagai upaya menjaga kinerja pasar serta meningkatkan kepercayaan investor. BEI juga menegaskan bahwa perubahan ini bagian dari mekanisme pengawasan untuk menjaga integritas pasar. Para pelaku pasar disarankan mengikuti rilis resmi BEI dan laporan emiten terkait.
Salah satu sorotan utama adalah NATO, saham yang mencatat lonjakan harga lebih dari 500% dalam kurun tiga bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakpastian seputar perubahan pemegang kendali dan suasana pasar yang sensitif terhadap berita korporasi. Kondisi ini menegaskan bagaimana dinamika saham yang masuk FCA bisa menunjukkan volatilitas ekstrem.
Sementara SPRE sempat melonjak tajam, pada akhirnya harga terkoreksi. Ada spekulasi mengenai rencana pergantian pengendali, meski calon pengendali Saiko Consultancy tidak diketahui secara pasti. Pemilik lama Rizet Ramawi tetap berkomitmen mempertahankan kendali meski pembatalan tersebut memberi tanda pengekangan pada potensi pengambilalihan.
Kenaikan volatilitas di NATO dan SPRE menjadi contoh nyata bahwa regulasi FCA memiliki dampak signifikan pada perilaku harga. Salah satu pemicu utama adalah kriteria 10, yang menetapkan suspensi perdagangan selama lebih dari satu hari sebagai alasan evaluasi lebih lanjut. Dengan keluarnya keempat saham, BEI menunjukkan konsistensi penerapan aturan untuk semua emiten yang terdampak.
Bagi investor, pengeluaran empat saham dari FCA berarti berkurangnya pilihan instrumen berisiko tinggi di papan utama. Likuiditas di papan FCA bisa menurun karena emiten terkait tidak lagi diperdagangkan melalui skema FCA, sehingga volatilitas bisa berpindah di luar jalur tersebut. Investor disarankan mempertimbangkan profil risiko dan menimbang diversifikasi portofolio secara hati-hati.
Analisis fundamental menjadi prioritas, terutama terkait perubahan pemegang kendali dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Pelaku pasar perlu mengikuti rilis resmi, laporan keuangan, serta pembaruan mengenai status kepemilikan saham dari otoritas pasar. Strategi yang rasional adalah mengurangi eksposur pada saham berstatus FCA dan membangun portofolio yang lebih beragam.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, divisi analitik dari Cetro. Kami menekankan bahwa rekomendasi trading tidak dapat diberikan hanya dari informasi regulasi ini, sehingga sinyal beli atau jual tidak dieluarkan untuk entitas yang disebutkan. Fokus utama adalah memahami dampak kebijakan regulator terhadap risiko dan peluang jangka menengah.