Di tengah dinamika industri perbankan, BRIS mencatat capaian luar biasa dengan jumlah nasabah mencapai 23,1 juta orang. Angka ini menandai puncak tertinggi sejak merger, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap layanan perbankan syariah BRIS. Peningkatan nasabah juga memperkuat fondasi bagi ekspansi produk digital dan layanan inklusif bagi nasabah ritel maupun segmen korporasi.
Secara year on year, aset BRIS tumbuh 11,64 persen, didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 16,20 persen. Kontribusi utama datang dari dana murah yang tumbuh sekitar 19 persen, menandakan ketertarikan masyarakat terhadap produk simpanan dengan biaya dana yang kompetitif. Pada akhir 2025, BRIS melaporkan DPK mencapai Rp380 triliun, mencerminkan kestabilan pendanaan untuk memperluas pembiayaan dan layanan usaha nasional.
Data ini menunjukkan pola konsistensi pertumbuhan pendanaan dan kualitas aset BRIS yang terukur. Array data memperlihatkan sinyal stabilitas yang mendukung prospek jangka menengah bank syariah ini. Meskipun harga emas perak berfluktuasi di pasar global, dampaknya terhadap pembiayaan emas BRIS tetap terkendali di level yang sehat.
Pembiayaan total BRIS per Desember 2025 tumbuh 14,49 persen YoY menjadi Rp319 triliun, didorong oleh akselerasi pembiayaan emas yang mengakar pada strategi nilai halal. Pembiayaan emas sendiri menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan non-kredit konsumtif, dengan kontribusi signifikan terhadap ekspansi portofolio. harga emas perak di pasar global memberi konteks terhadap peluang dan risiko pembiayaan emas di BRIS, namun bank menjaga kualitas pembiayaan melalui kebijakan manajemen risiko yang ketat.
Pembiayaan Emas melesat 78,60 persen YoY menjadi Rp22,9 triliun, menegaskan peran emas sebagai penggerak utama diversifikasi pembiayaan BRIS. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan pembiayaan yang meningkat di segmen syariah dan kepercayaan pasar terhadap model pembiayaan yang berbasis nilai. BRIS terus memantau risiko dan kualitas pembiayaan emas untuk menjaga portofolio tetap sehat di tengah dinamika harga komoditas yang berfluktuasi.
Di sisi portofolio, BRIS memperkuat literasi keuangan syariah dan layanan produk dengan pemanfaatan saluran digital, sementara Array analisis internal menunjukkan bahwa kapasitas pembiayaan tetap sejalan dengan target rasio risiko. Kinerja ini mendukung tujuan BRIS untuk memperluas ekosistem halal dan memperkuat posisi di segmen MSME. Kedisiplinan operasional dan kepatuhan terhadap prinsip syariah menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam rangka menyambut milad kelima BRIS, perusahaan melaksanakan kegiatan donor darah serentak yang melibatkan seluruh pegawai di 25 lokasi dari Sabang hingga Merauke. Program tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 4.000 kantong darah yang diserahkan kepada PMI, menunjukkan komitmen sosial BRIS terhadap masyarakat luas. Acara itu juga menggambarkan budaya kerja yang peduli dan kolaboratif di seluruh jaringan bank syariah ini.
Direktur Utama BRIS menekankan donor darah sebagai bagian dari rasa syukur atas milestone bisnis dan kemanusiaan. Array data realisasi kegiatan sosial menjadi indikator dampak positif terhadap reputasi perusahaan dan loyalitas nasabah. Harga emas perak secara umum tetap menjadi variabel risiko yang dipantau tim manajemen untuk menjaga stabilitas portofolio pembiayaan serta menjaga kinerja jangka panjang.
BRIS menegaskan komitmen untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas ekosistem halal melalui inovasi produk. Sumber daya manusia yang terlatih akan menjadi motor pendorong pengembangan industri keuangan syariah nasional. Keberlanjutan program kemanusiaan dan SDM yang solid menjadi pijakan bagi pertumbuhan BRIS setelah ulang tahun kelima.