Laporan dari Cetro Trading Insight menyoroti volatilitas ekstrem pada emas, menunjukkan ayunan harga yang tajam dalam beberapa hari berturut-turut serta level nominal yang mencapai rekor. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang tinggi dan respons investor terhadap faktor fundamental maupun teknikal. Pergerakan emas tetap bergejolak meskipun ada momen pemulihan singkat, menandai tantangan bagi pelaku pasar.
Aliran keluar ETF emas tercatat sekitar 20 ton sepanjang pekan lalu, menandai keluarnya likuiditas yang signifikan. Di sisi lain, posisi spekulan di COMEX juga mengalami penurunan bersih. Sementara itu, ETF emas memperlihatkan dinamika aliran yang melemahkan sentimen terhadap logam mulia.
Dalam gambaran sentimen dan teknikal, pergerakan harga emas yang naik hampir 4 persen setelah sebelumnya turun serupa persentase menunjukkan volatilitas berkelanjutan. Pada Jumat, harga emas diperdagangkan mendekati level tertinggi, meskipun perubahan besar tetap menjadi bagian dari dinamika pasar. Kondisi ini meningkatkan risiko jangka pendek bagi investor, meskipun arah tren jangka menengah belum jelas. Secara spesifik, pada Jumat, emas diperdagangkan di atas USD 5.000 per troy ounce, sekitar USD 400 lebih tinggi dari rendah hari sebelumnya.
Perak memperlihatkan volatilitas yang lebih tajam, dengan lonjakan harga sekitar 10 persen pada hari Jumat, menandai respons pasar yang lebih agresif terhadap sinyal makro. Momen ini menguatkan narasi bahwa perak cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kepercayaan pelaku pasar. Sisi fundamental tetap berperan, meskipun volatilitas teknikal juga meningkat.
Aliran ETF perak tercatat inflow mingguan sekitar 700 ton, meskipun ini sebagian besar dipicu oleh inflow hampir 1.000 ton pada awal pekan. Seiring berjalannya waktu, terdapat juga outflows dari ETF perak, menandakan ketidakpastian investor. Pergerakan pada fund perak yang terdaftar di China bahkan sempat ditunda perdagangannya selama satu jam; setelah perdagangan dilanjutkan, harga turun maksimal 10 persen.
Kebijakan volatilitas tersebut telah membentuk sentimen investor secara luas. Kinerja logam ini membuat para pelaku pasar mempertimbangkan risiko jangka pendek. Secara keseluruhan, volatilitas emas dan perak menggambarkan tantangan bagi strategi portofolio yang hanya mengandalkan arah harga jangka pendek.