USD/JPY terus berada di bawah tekanan karena minat beli belum terlihat, membuat pasangan ini rentan turun lebih lanjut. Pasangan ini diperdagangkan di bawah kisaran 154.00 pada sesi Asia hari ini dan mencatat kerugian yang signifikan dalam dua hari terakhir. Pelaku pasar tampak berhati-hati dan lebih memilih menunggu rilis data pekerjaan AS bulanan yang tertunda, meski ekspektasi menunjukkan adanya tambahan pekerjaan. Kondisi ini menambah kehati-hatian pada langkah lanjutan pasangan ini.
Para pelaku pasar juga menyoroti bahwa penembusan di bawah level 154.00 secara berkelanjutan akan menjadi sinyal teknikal yang penting. Saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum menempatkan posisi dengan keyakinan penuh. Ketidakpastian itu memperbesar kemungkinan gerak sideways jelang rilis data NFP yang tertunda.
Dalam konteks fundamental, narasi defisit kebijakan BoJ versus Fed menambah tekanan pada USD/JPY. Meski ada potensi volatilitas, sebagian besar pedagang memilih menenangkan diri hingga ada konfirmasi teknikal yang meyakinkan terkait arah berikutnya.
Kebijakan Bank of Japan (BoJ) cenderung mempertahankan sikap hawkish dalam menghadapi peningkatan ekspektasi ekonomi, sementara Federal Reserve diperkirakan masih menguji ruang untuk penyesuaian suku bunga. Perbedaan kebijakan ini menciptakan dinamika yang tidak seimbang bagi USD/JPY dan menjadi faktor penekan utama bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Ketidakpastian mengenai jalur kebijakan membuat sentimen cenderung melemah bagi dolar AS terhadap yen.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang tertunda menjadi fokus utama pasar. Diperkirakan NFP Januari menambah sekitar 70 ribu pekerjaan dengan tingkat pengangguran sekitar 4,4 persen, angka-angka yang akan menentukan arah kebijakan Fed. Sinyal ini juga menambah tekanan pada ekspektasi pemotongan biaya pinjaman oleh Fed pada sisa tahun ini.
Di sisi lain, kekhawatiran bahwa otoritas Jepang akan melakukan intervensi untuk mendukung yen tetap ada. Jika intervensi benar-benar terjadi, volatilitas bisa meningkat namun cenderung membatasi pemulihan signifikan pada USD/JPY dalam jangka pendek. Cetro Trading Insight menekankan kehati-hatian pasar karena dinamika kebijakan masih sangat responsif terhadap data ekonomi dan komunikasi kebijakan.
Dari sisi teknikal, bias penurunan jangka pendek tetap terlihat meski belum ada sinyal masuk yang tegas. Pergerakan harga mencerminkan kelelahan pada upaya membeli dan fokus pada level 154.00 sebagai batas penting untuk arah berikutnya. Pedagang juga memperhatikan potensi kejutan dari rilis data NFP yang tertunda sebagai pemicu volatilitas lebih lanjut.
Para pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi penembusan di bawah 154.00 sebelum mempertimbangkan posisi jual yang lebih besar. Namun, risiko intervensi otoritas Jepang bisa membalikkan potensi pelemahan secara tiba-tiba, sehingga perlu manajemen risiko yang ketat. Kondisi ini menuntut disiplin pada eksitasi trading sehingga tidak terjebak dalam gerakan spekulatif semata.
Dalam kerangka manajemen risiko, prinsip risiko-imbalan yang direkomendasikan adalah minimal 1:1,5. Jika ada peluang entry, sebaiknya dipersiapkan dengan stop loss yang ketat untuk membatasi kerugian jika pasar berbalik arah. Karena sinyal saat ini adalah netral, saran utama adalah memantau pergerakan harga dan rilis data NFP dengan cermat serta baru mengambil tindakan jika ada konfirmasi teknikal yang jelas.