IHSG Menguat Potensial ke 8.150: Rekomendasi Saham Unggulan dari Cetro Trading Insight

IHSG Menguat Potensial ke 8.150: Rekomendasi Saham Unggulan dari Cetro Trading Insight

Signal B/KSLBUY
Open135.000
TP145.000
SL131.000
trading sekarang

IHSG telah menutup perdagangan sebelumnya di level 8.131,74, naik 1,24 persen, menambah optimisme pasar menjelang aktivitas perdagangan hari ini. Platform riset milik Cetro Trading Insight menyiratkan momentum positif ini bisa berlanjut jika indeks menembus resistance kunci di 8.150, membuka ruang bagi pergerakan lebih tinggi.

Pekan lalu, gerak IHSG juga dipengaruhi aliran modal asing yang saat ini masih mencatat net sell sekitar Rp917 miliar pada hari perdagangan Selasa. Di antara saham yang paling banyak dilepas asing, BUMI, BBCA, DEWA, BUVA, dan BBRI menjadi sorotan. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa sentimen luar negeri tetap mempengaruhi laju IHSG secara near-term.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memprediksi IHSG tetap berada dalam tren positif dengan skema teknikal yang jelas. Menurut risetnya, level support berada di kisaran 8.020-8.050 sementara resistance berada di 8.150-8.250. Dengan skenario ini, ia menilai peluang kenaikan masih terbuka sepanjang indeks mampu mempertahankan pola break resistance tersebut.

Dalam riset yang dipublikasikan hari ini, Cetro Trading Insight menyoroti enam saham yang berpotensi menjadi pijakan bagi investor ritel; BKSL, INET, ADMR, BBCA, CDIA, dan BRPT. Rekomendasi tersebut berupa level masuk area, target harga dekat, serta batas cut loss untuk mengelola risiko. Ketujuh rekomendasi ini disusun berdasarkan kombinasi analisa teknikal serta konteks pergerakan IHSG secara umum.

BKSL menjadi sorotan utama dengan rekomendasi Spec Buy di kisaran Rp134-Rp136. Level cut loss di Rp131, sedangkan target harga dekat berada di Rp140-Rp146. Analisa ini menunjukkan potensi upside yang menarik jika harga mampu menjaga area beli serta mematuhi level cut loss.

Sementara INET, ADMR, BBCA, CDIA, dan BRPT juga punya sinyal masuk yang bisa dioperasikan, dengan pola Buy if Break di level tertentu dan target dekat yang telah ditetapkan para analis. INET direkomendasikan Buy if Break Rp354 dengan target Rp362-Rp370 dan cut below Rp342. ADMR dinilai layak dibeli pada area Rp1.880-1.890 dengan target Rp1.920-1.960 dan cutloss Rp1.850. BBCA masuk pada kisaran Rp7.400-7.450 dengan target Rp7.550-7.650 dan cutloss Rp7.375. CDIA direkomendasikan pada Rp1.090-1.110 dengan target Rp1.150-1.180 dan cutloss Rp1.080. BRPT memberikan sinyal Buy if Break di Rp2.050 dengan target Rp2.100-2.160 dan cutloss Rp2.000.

Analisa ini menekankan pentingnya manajemen risiko dalam setiap posisi, dengan rekomendasi menjaga risk-reward minimal 1:1,5. Trader disarankan untuk mengatur stop loss secara disiplin dan mematuhi batasan kerugian yang telah ditentukan untuk tiap saham. Rencana entry pada BKSL juga dipadukan dengan potensi kenaikan IHSG secara umum yang bisa menguat jika resistance terlampaui.

Faktor eksternal, seperti aliran modal asing, tetap menjadi penentu volatilitas jangka pendek. Meski demikian, arah pasar terlihat konstruktif jika IHSG mampu menembus zona resistance 8.150-8.250. Dengan pola risiko-imbalan yang jelas dan eksekusi disiplin, para investor pemula maupun berpengalaman bisa memanfaatkan peluang di beberapa saham unggulan tanpa mengabaikan manajemen risiko.

Ringkasnya, IHSG dinilai memiliki peluang untuk lanjut menguat menuju level kunci 8.150, asalkan skema teknikal terpenuhi. Cetro Trading Insight menyajikan rekomendasi praktis dengan batasan masuk, target, dan cut loss yang terukur untuk membantu investor membuat keputusan berbasis data.

broker terbaik indonesia