BESS Tunjuk Sarman Simanjorang sebagai Dirut, Bahruddin Jadi Komisaris Utama Usai RUPSLB 13 Februari 2026

BESS Tunjuk Sarman Simanjorang sebagai Dirut, Bahruddin Jadi Komisaris Utama Usai RUPSLB 13 Februari 2026

trading sekarang

Transformasi kepemimpinan di Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menandai momen penting bagi industri logistik energi Indonesia, ketika RUPSLB menetapkan arah baru bagi emiten batu bara ini. Rapat yang berlangsung Jumat, 13 Februari 2026, dihadiri pemegang saham mewakili 78,48% dari total saham beredar, menunjukkan dukungan pemegang saham terhadap perubahan strategis. Langkah ini dipandang sebagai fondasi bagi tata kelola perusahaan yang lebih kokoh dalam menghadapi dinamika pasar.

RUPSLB ini juga menegaskan komitmen terhadap integritas tata kelola dan kemampuan BESS untuk beradaptasi dengan permintaan isu energi yang kian kompleks. Katalis ini diharapkan memperkuat kepercayaan investor dan mitra usaha terhadap kelangsungan operasional perseroan. Cetro Trading Insight akan memantau implementasi keputusan ini dalam laporan selanjutnya.

Selain itu, perubahan ini menggambarkan upaya BESS menjaga kesinambungan operasional dan hubungan optimal dengan pemegang saham, karyawan, serta pemasok di sektor logistik batu bara. Perubahan struktur direksi diharapkan mendorong efisiensi dan responsivitas perusahaan terhadap dinamika pasar. Perubahan ini juga melengkapi posisi direksi dengan fokus pada pelindung kepatuhan serta tata kelola perusahaan.

Profil Sarman Simanjorang menunjukan figur yang erat dengan komunitas pengusaha. Ia saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta pernah menjabat Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta. Pengalaman ini memperkaya kapasitasnya dalam membangun hubungan dengan pelaku usaha dan aparat kebijakan yang berimpact pada iklim bisnis.

Muhammad Bahruddin, yang sebelumnya menjabat Komisaris, kini menjabat sebagai Komisaris Utama BESS. Langkah ini memperlihatkan transisi kepemimpinan yang saling melengkapi antara Dirut baru dan pemegang pos tertinggi di dewan komisaris. Polemik jabatan yang tertata rapi diharapkan bisa meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.

Di sejumlah kapasitas lain, Sarman juga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dan Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Ia pernah memimpin PT Walhesa Abadi Perkasa dan CV Mandiri Perkasa sebagai Direktur Utama, menunjukkan jejak luas di sektor industri dan energi. Kombinasi pengalaman ini dipandang memberi nilai tambah pada strategi BESS ke depan.

BESS adalah perusahaan jasa transportasi laut dan sungai yang mengandalkan batu bara sebagai komoditas utama, dengan kendali berada pada kakak beradik pengusaha Kalimantan Selatan, Mardani Haji Maming dan Rois Sunandar Maming. Kebijakan operasionalnya berfokus pada layanan logistik untuk batubara dan integrasi transportasi air. Posisi strategis perusahaan di sektor energi menuntut kelayakan operasional yang tinggi.

Perubahan direksi di masa ini bisa membawa arah baru terhadap strategi operasional, kemitraan bisnis, dan tata kelola perusahaan. Pengaruhnya terhadap kinerja keuangan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut, namun pertemuan pemegang saham menunjukkan harapan akan peningkatan stabilitas. Kendati demikian, pasar dan investor umumnya menantikan langkah konkret terkait efisiensi biaya, pelayanan pelanggan, dan kepatuhan regulasi.

Sebagai catatan, sinyal trading terkait saham BESS tidak dapat ditentukan hanya dari perubahan kepemimpinan ini. Investor disarankan memonitor laporan keuangan, arahan rencana bisnis, serta kinerja operasional terkait proyek logistik batu bara. Meskipun demikian, perubahan ini memperlihatkan upaya perusahaan menjaga kesinambungan operasional dan kepatuhan tata kelola dalam menghadapi dinamika energi.

broker terbaik indonesia