AUDUSD Terkoreksi Setelah Data Tenaga Kerja Australia; FOMC Minutes dan Risiko Geopolitik Menentukan Arah Pasangan

AUDUSD Terkoreksi Setelah Data Tenaga Kerja Australia; FOMC Minutes dan Risiko Geopolitik Menentukan Arah Pasangan

Signal AUD/USDSELL
Open0.705
TP0.698
SL0.708
trading sekarang

AUDUSD menguat pada awal sesi Asia setelah rilis data tenaga kerja Australia untuk Januari. Tingkat pengangguran tetap di 4.1%, lebih rendah dari estimasi 4.2%. Sementara itu, tambahan pekerjaan baru tercatat 17.8 ribu, lebih rendah dari perkiraan 20 ribu, menambah nuansa campuran pada opini pasar. Pergerakan valuta asing ini dipicu ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja bisa menopang ekonomi tanpa mendorong tekanan inflasi ke atas.

Secara grafis, AUD sempat mendapatkan pembelian signifikan setelah data dirilis, namun arah akhirnya melunak saat fokus beralih pada kebijakan moneter global. Pasar menilai bahwa data tenaga kerja Australia menunjukkan ketahanan, meskipun laju pertumbuhan pekerjaan relatif moderat. Pada saat yang sama, dolar AS mulai menguat secara global, memberikan tekanan balik bagi pasangan mata uang berpasangan dengan AUD.

Para pedagang tetap memperhatikan sinyal hawkish dari bank sentral Australia saat ini. Laporan bahwa spekulasi kenaikan suku bunga resmi (OCR) berlanjut ada di pasar membuat harga di kisaran 4.1% tampak sebagai target jangka menengah. Pada pertemuan kebijakan bulan ini, RBA telah menaikkan OCR menjadi 3.855% dan menegaskan ruang untuk pengetatan lebih lanjut seiring risiko inflasi yang dianggap ke atas kendali.

Ekspektasi pasar terhadap OCR meningkat sejalan dengan ketahanan pasar tenaga kerja. Laporan Reuters menunjukkan bahwa sebagian besar trader telah memasukkan kenaikan 25 bps menjadi 4.1% ke dalam harga di pasar untuk pertemuan Agustus. Hal ini menunjukkan komitmen pasar terhadap kebijakan yang lebih restriktif jika inflasi tetap kebal terhadap penurunan.

Sementara itu, pertemuan kebijakan awal bulan ini mengukuhkan langkah RBA menaikkan OCR menjadi 3.855% dan menegaskan bahwa bank sentral masih membuka pintu bagi langkah-langkah tambahan bila tekanan harga tetap tinggi. RBA menilai bahwa risiko inflasi ke atas tetap relevan dan perlu diwaspadai melalui pengetatan sadar risiko.

Di sisi kebijakan AS, Minutes FOMC menunjukkan bahwa komite tidak tergesa-gesa untuk memangkas suku bunga. Hal ini menambah dukungan bagi penguatan dolar AS secara umum. DXY meraih level sekitar 97.80, mendekati tertinggi mingguan, seiring isu geopolitik dan fondasi harga tetap berada pada jalurnya.

Di panggung global, risiko terkait tindakan militer AS di Iran menambah permintaan terhadap aset safe-haven dan memperkuat dolar AS. Para pelaku pasar juga mencermati potensi eskalasi yang bisa membentuk pergerakan volatil pada pasangan mata uang berisiko seperti AUDUSD. Dalam suasana ini, volatilitas tetap relatif tinggi meski arah utama masih bergantung pada kebijakan bank sentral dan dinamika inflasi.

Dengan latar belakang tersebut, bias jangka pendek pada AUDUSD cenderung melemah terhadap dolar AS, didorong oleh kekuatan dolar dan perkembangan kebijakan moneter. Namun data tenaga kerja Australia yang menunjukkan ketahanan ekonomi tetap menjadi faktor penahan, sehingga pergerakan bisa berubah arah jika rilis data berikutnya menambah kejutan positif bagi AUD atau negatif bagi USD.

Rencana trading untuk posisi AUDUSD berdasarkan pembacaan ini: open 0.7045, take profit 0.6980, stop loss 0.7080. Sinyal ini mengarah ke risiko-ung sekitar 1.86:1, dengan peluang untuk target lebih luas jika sentimen pasar bergerak mendukung. Harap selalu melakukan manajemen risiko dan konfirmasi rilis data berikutnya sebelum eksekusi.

broker terbaik indonesia