Bank Mandiri memulai periode 2026 dengan momentum yang menarik perhatian pasar. Laba bersih 2025 sebesar Rp56,3 triliun menunjukkan pertumbuhan yang solid, meski ada beberapa dinamika yang mewarnai industri perbankan. Pendorong utama meliputi peningkatan penyaluran kredit dan aliran dana asing yang kembali memborong saham BMRI, mendorong harga ke level sekitar Rp5.050 pada periode 4-6 Februari 2026.
Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 13,4 persen menjadi Rp1.895 triliun, menegaskan kekuatan pilar pembiayaan perseroan. Pendapatan bunga bersih menyentuh Rp106 triliun, didorong oleh pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap sehat. Pendapatan nonbunga juga naik 14,5 persen menjadi Rp48,5 triliun, memperkuat profil pendapatan keseluruhan.
Menurut Cetro Trading Insight, kinerja Bank Mandiri menjadi sinyal positif bagi investor jangka menengah karena struktur pendanaan yang sehat dan diversifikasi pendapatan. Lonjakan laba 2025 dan pembelian bersih asing menunjukkan rotasi minat pasar yang mendukung kesinambungan pertumbuhan. Meskipun demikian, volatilitas pasar global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Analis Stockbit menilai BMRI menunjukkan kinerja solid di semua lini. Ia menyoroti lonjakan pendapatan bunga dan nonbunga dua digit, serta efisiensi beban operasional yang membantu menjaga margin. Ia juga menegaskan kualitas aset dan likuiditas perseroan tetap terjaga sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.
Penilaian positif ini selaras dengan laporan keuangan 2025 yang melampaui ekspektasi pasar, meski ada dinamika pasar global. Penguatan likuiditas dan diversifikasi sumber pendanaan menjadi andalan untuk melanjutkan intermediasi kredit. Namun, risiko eksternal seperti perubahan kebijakan moneter global tetap menjadi faktor yang perlu dipantau.
Investor institusional asing masih mencatat kepemilikan melalui berbagai mitra global meski net sell terjadi di awal 2026. Data kepemilikan per akhir 2025 menunjukkan komposisi pemegang saham asing yang signifikan. Kinerja fundamental yang kuat membuat BMRI tetap menjadi salah satu top pick di sektor perbankan menurut beberapa penilai, meski sentimen MSCI terkini bisa berpengaruh pada pergerakan harga.