Bob Savage dari BNY menyatakan USD/SGD telah menjadi pasangan non carry terlemah dalam sebulan terakhir karena tekanan arus bersih yang signifikan. Laporan iFlow menunjukkan aliran likuiditas yang besar dalam bulan ini, bahkan melampaui EURUSD pada periode serupa. Hal ini menandai tekanan jual dolar AS terhadap dolar Singapura dalam konteks likuiditas global.
Namun, dua sesi terakhir menunjukkan arus keluar yang lebih lemah, mengisyaratkan momentum yang mulai berbalik arah. Pelaku pasar tampak berhati-hati sambil menantikan konfirmasi arah pergerakan lebih lanjut. Fenomena ini bisa menjadi sinyal awal bagi perubahan tren USD/SGD.
BNY memperingatkan bahwa SGD berisiko unwind menjelang akhir bulan setelah kinerja Februari yang kuat, menambah ketidakpastian bagi pasangan ini. Sinyal unwind menimbulkan risiko bagi SGD jika tekanan likuiditas berubah arah secara mendadak. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Dalam kajian iFlow, USD/SGD tercatat sebagai pasangan non-carry dengan ukuran arus bulanan yang lebih besar daripada EURUSD, menunjukkan intensitas aliran modal yang signifikan. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap USD dan menandai volatilitas relatif meski likuiditas global berfluktuasi.
Pasangan ini telah mengalami net selling hampir tiga minggu berturut-turut, tetapi dua sesi terakhir menampilkan arus keluar yang lebih lemah. Hal ini menandakan potensi pembalikan momentum jika arus modal kembali mengarah ke SGD dan menjaga tren baru dalam beberapa sesi ke depan. Perubahan arah ini perlu diwaspadai karena bisa mengubah dinamika volatilitas pasar FX.
Secara keseluruhan, tanda tanda pembalikan momentum muncul melalui dinamika iFlow dan komentar otoritatif dari bank besar. Pasar menilai risiko unwind melalui akhir bulan karena kinerja kuat SGD di Februari memicu ekspektasi koreksi jangka pendek. Investor disarankan memonitor arus modal dan rilis data likuiditas berikutnya untuk menilai arah yang lebih jelas.
Implikasi utama bagi trader adalah potensi perubahan arah pada USD/SGD menjelang akhir bulan. Meskipun tekanan sebelumnya bersifat net selling terhadap dolar AS, momentum bisa berubah jika arus modal berbalik ke SGD. Ketika SGD menguat secara teknikal, pasangan USD/SGD bisa bergerak turun mendekati level psikologis tertentu dalam beberapa sesi mendatang.
Tren unwind meningkatkan volatilitas dan memberi peluang bagi trader untuk menyusun ulang strategi. Namun perlu diingat bahwa sinyal ini tidak menjanjikan kepastian dan memerlukan konfirmasi dari pergerakan harga real-time serta data likuiditas terbaru. Strategi risk management tetap menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian ini.
Untuk pelaku pasar, mengikuti pembaruan iFlow dan kebijakan bank sentral menjadi hal penting. Analisa sentimen pasar dan dinamika arus modal bisa membantu dalam menilai arah jangka pendek. Pengamat juga menekankan bahwa outflow dan inflow bisa berubah cepat menjelang akhir bulan, sehingga persiapan posisi harus dilakukan dengan hati-hati.