
Survei Reuters memperlihatkan mayoritas ekonom memperkirakan Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga pada 3.75% sepanjang tahun ini. Proyeksi inflasi untuk 2026 diperkirakan rata-rata 3.2%, tidak berubah dibandingkan dengan studi sebelumnya. Hal ini mencerminkan keinginan bank sentral untuk menjaga kebijakan yang berhati-hati mengingat tekanan harga masih signifikan.
Di antara 56 ekonom yang disurvey, 27 memproyeksikan tidak ada perubahan kebijakan, 7 memprediksi setidaknya satu pemangkasan, dan 22 mengharapkan adanya kenaikan suku bunga. Perbedaan pandangan ini menyoroti ketidakpastian yang melingkupi perekonomian Inggris, karena disinflasi berjalan lambat meskipun potensi risiko pertumbuhan masih ada.
Meski aktivitas ekonomi menunjukkan beberapa tanda stabil, manfaat dari kebijakan restriktif dipandang perlu dipertahankan lebih lama untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Pasar menantikan data inflasi dan pertumbuhan berikutnya untuk mengkaji arah kebijakan. Reaksi pasar mata uang tampak tenang menjelang perilisan survei seperti ini.
Proyeksi inflasi 2026 masih di 3.2%, menunjukkan keengganan BoE untuk melonggarkan kebijakan terlalu cepat meskipun beberapa angka lain mulai membaik. Hal ini memperkuat narasi bahwa tekanan harga masih menjadi fokus utama bank sentral.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 0.8% pada tahun ini, sedikit lebih tinggi daripada perkiraan bulan sebelumnya yaitu 0.7%. Perkembangan ini menambah rasa optimis tetapi tetap disinpi oleh risiko eksternal dan internasional.
Gabungan faktor inflasi yang masih tinggi dan prospek pertumbuhan yang lemah mendorong pandangan bahwa kebijakan moneter tetap restriktif untuk lebih lama. Bank sentral tampaknya lebih fokus pada penahanan tekanan harga daripada mendorong pemulihan ekonomi secara agresif. Dengan demikian, langkah-langkah pengetatan lebih lanjut bisa ditempatkan pada radar kebijakan jika inflasi menunjukkan ketahanan.
Reaksi pasar terhadap rilis survei relatif tenang; GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3515 ketika laporan diturunkan, turun sekitar 0.17% pada hari itu. Pergerakan minor ini mencerminkan konsensus pasar yang menunggu konfirmasi lewat data inflasi serta kinerja ekonomi berikutnya.
Dinamika ini menandakan bahwa peluang gerak GBP tergantung pada data inti inflasi dan kinerja ekonomi di kuartal mendatang. Investor cenderung menilai risiko kebijakan BoE yang lebih bernuansa daripada spekulasi pemangkasan atau peningkatan secara dini. Volatilitas pasangan GBPUSD dapat tetap relatif rendah hingga adanya kejutan data yang berarti.
Bagi para pelaku pasar, fokus utama adalah data inflasi, angka pertumbuhan, dan petunjuk kebijakan BoE. Analisis ini menekankan bahwa potensi keuntungan risk-reward terbatas jika tidak ada peluang perubahan kebijakan yang agresif. Oleh karena itu, strategi trading sebaiknya menimbang skenario di mana risiko inflasi tetap tinggi berdampingan dengan peluang pergerakan GBP. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.