Para pejabat Bank of England, Dave Ramsden, Clare Lombardelli, dan Catherine Mann, memberikan keterangan kepada Komite Pilihan Perbendaharaan terkait laporan kebijakan moneter November. Dalam pembahasan tersebut, mereka menekankan bahwa pencabutan kebijakan secara bertahap dianggap tepat untuk menjaga jalur inflasi tanpa mengejar ketatnya respons kebijakan.
Sementara itu, gambaran umum menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa perekonomian Inggris menyimpang dari proyeksi inti yang diharapkan. Penilaian ini menekankan bahwa dinamika pertumbuhan saat ini sejalan dengan garis besar proyeksi BoE.
Namun risiko inflasi tetap menjadi fokus utama. Para pembuat kebijakan menyoroti bobot faktor struktural yang mendorong tekanan harga, dan pandangan mengenai sejauh mana kebijakan saat ini akan membatasi jalur pemangkasan suku bunga di masa mendatang.
Dalam diskusi tersebut, para pejabat memperkirakan bahwa perubahan anggaran akan menekan inflasi sekitar 0,4–0,5 poin persentase, dampak yang diperkirakan bersifat satu kali dan mulai terasa pada Kuartal II 2026. Efek ini diharapkan membantu menurunkan laju inflasi secara relatif lebih cepat dalam satu tahun ke depan.
Menilai jalur kebijakan, mereka mengakui adanya kemungkinan kebijakan ini memperlambat laju pemangkasan suku bunga saat mendekati akhir siklus, menambah jeda dalam langkah pelonggaran kebijakan.
Di sisi perilaku pasar, perusahaan-perusahaan di Inggris cenderung menahan diri untuk menurunkan harga meskipun permintaan sedang melemah. Selain itu, pasar tenaga kerja secara keseluruhan tidak seburuk gambaran survei BoE karena adanya kontribusi ketenagakerjaan sektor publik.
Secara keseluruhan, dinamika pasar tenaga kerja tidak sepenuhnya seburuk yang terlihat melalui survei BoE, berkat dukungan dari pekerjaan di sektor publik yang menjaga ketahanan pasar tenaga kerja.
Ketidakpastian kebijakan menjelang anggaran telah memberi tekanan pada kepercayaan konsumen dan investasi bisnis, mengurangi optimisme terhadap prospek jangka pendek.
Secara umum, meskipun inflasi telah menunjukkan perilaku yang mengubah pola selama empat tahun di atas target, para analis berpendapat potensi penurunan inflasi ke depan bisa terakselerasi jika kebijakan fiskal memperkuat arah penurunan harga secara berkelanjutan.