BoJ Pertahankan Kebijakan, USDJPY Menguat di Atas 159 dan Implikasi Pasar

BoJ Pertahankan Kebijakan, USDJPY Menguat di Atas 159 dan Implikasi Pasar

Signal USD/JPYBUY
Open159.200
TP160.000
SL158.800
trading sekarang

BoJ Kebijakan dan Implikasi terhadap Yen

BoJ memilih untuk tidak mengubah kebijakan pada pertemuan pertama tahun ini, menegaskan bahwa langkah stabilitas masih menjadi fokus utama. Gubernur Kazuo Ueda menyatakan bahwa ia tidak akan mengomentari level valuta asing secara langsung, namun ia menyoroti bahwa Yen yang lebih lemah dapat mendorong biaya impor dan akhirnya terekspos dalam harga domestik. Ia juga menekankan bahwa dampak kenaikan suku bunga terhadap ekonomi riil dan harga akan memerlukan waktu untuk terlihat.

Setelah pengumuman BoJ, USDJPY bergerak lebih tinggi dan diperdagangkan di atas level 159.00, mencerminkan respons pasar terhadap kebijakan baru. Pasar menilai risiko fluktuasi lebih lanjut masih ada karena dinamika yen dan tekanan biaya impor bisa berlanjut. Sinyal teknikal juga menunjukkan momentum yang menarik bagi trader jangka menengah.

Investor menantikan rilis data pendahuluan PMI Manufaktur dan Jasa untuk Januari dari Jerman, Zona Euro, Inggris, dan Amerika Serikat, sebagai konfirmasi arah tren global. Data ini dipandang akan memicu volatilitas jangka pendek di pasar valuta asing. Dalam konteks ini, para pelaku pasar menjaga proporsi risiko sambil memantau isyarat kebijakan selanjutnya dari beberapa bank sentral utama.

Energi, Emas, dan Mata Uang Inti

Emas menguat secara signifikan, mencatat momentum bullish lebih dari 2% pada hari Kamis dan XAUUSD menyentuh level dekat 4.970 dolar sebelum mundur ke sekitar 4.950 pada sesi Eropa. Lonjakan harga emas ini mencerminkan permintaan perlindungan risiko di tengah ketidakpastian pasar. Para pelaku pasar juga memantau potensi isu inflasi dan dinamika suku bunga untuk menilai kelanjutan tren ini.

EURUSD naik lebih dari 0,5% pada hari Kamis dan berhasil menutup kerugian sebelumnya, meski kemudian mengoreksi sebagian pada pembukaan sesi Eropa Jumat dengan harga di bawah 1.1750. Pasangan ini tetap berada dalam kisaran ketidakpastian, mengingat perdebatan kebijakan bank sentral AS dan Eropa. Pergerakan jangka pendek ini menambah volatilitas di pasar FX utama.

Di sisi lain, data makro lain menunjukkan penjualan ritel Inggris naik 0,4% secara bulanan di Desember, menambah dukungan terhadap mata uang sterling meski GBPUSD masih berjuang di sekitar level 1.3500. Indeks Dolar AS berbalik ke wilayah merah pada sesi Amerika, lalu rebound sekitar 98.50 pada perdagangan berikutnya. Sementara itu, kontrak berjangka saham AS menunjukkan kenaikan tipis antara 0,1% dan 0,3%, mencerminkan suasana risiko yang moderat.

Rilis Data Inggris dan Nada Pasar

Penjualan Ritel Inggris Desember dilaporkan naik 0,4% secara bulanan, melanjutkan pola perbaikan setelah penurunan sekitar 0,1% pada bulan sebelumnya. Data ini menambah dukungan terhadap mata uang GBP, meski pergerakan GBPUSD tetap diperdagangkan dekat level penting di bawah 1,3500. Para investor tetap waspada terhadap data berikutnya yang dapat memicu volatilitas tambahan di pasar valuta asing.

Indeks Dolar AS berhasil rebound ke sekitar 98,50 setelah sesi Amerika, menunjukkan dinamika nilai tukar terhadap kerangka kebijakan moneter. Pasar ekuitas berjangka AS pun flat hingga modest, dengan kenaikan tipis yang menandakan aliran risk-on yang terbatas. Secara keseluruhan, nada pasar tetap berhati-hati meskipun ekspektasi data ekonomi membaik.

Sebaran di pasar menilai bahwa rilis data PMI awal, data ritel, dan pernyataan bank sentral bisa menjadi kunci arah pergerakan pada beberapa sesi ke depan. Investor perlu memantau bagaimana respons kebijakan BoJ dan dinamika dolar terhadap risiko global yang sedang berkembang. Dengan sentimen pasar yang tetap berubah-ubah, volatilitas di pasar valuta asing kemungkinan tetap tinggi.

broker terbaik indonesia