USDJPY Turun Setelah Inflasi AS Lemah; Yen Menguat Didukung Sinyal Normalisasi Kebijakan BoJ

USDJPY Turun Setelah Inflasi AS Lemah; Yen Menguat Didukung Sinyal Normalisasi Kebijakan BoJ

Signal USD/JPYSELL
Open152.850
TP151.200
SL153.600
trading sekarang

Data inflasi AS untuk Januari menunjukkan momentum yang lebih lemah dari ekspektasi. CPI naik 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari proyeksi 0,3 persen, dan melambat dari 0,3 persen pada bulan Desember. Secara tahunan, CPI turun menjadi 2,4 persen YoY, meleset dari 2,5 persen yang diperkirakan pasar. Sinyal ini menambah gambaran bahwa tekanan harga utama berangsur melunak.

Di sisi inti harga, core CPI (tanpa makanan dan energi) naik 0,3 persen MoM, sesuai dengan ekspektasi dan naik dari 0,2 persen sebelumnya, sementara laju YoY tetap di 2,5 persen. Data inti menunjukkan bahwa tekanan dari komponen harga inti bertahan meskipun ada pelemahan pada beberapa komponen harga umum. Pasar menilai ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk mengkaji jalur kebijakan di paruh kedua tahun ini.

Reaksi pasar valuta asing lalu memicu pembalikan di USD terhadap Yen, dengan USD/JPY turun dari tertinggi intraday sekitar 153,78 mendekati level 152,85 saat penulisan. Perkembangan ini menambah nada bahwa ketidakpastian kebijakan Fed bisa berkurang dan yen mendapat dukungan dari data ekonomi Jepang yang stabil. Secara mingguan, pair ini berada dalam jalur penurunan mendekati 2,7 persen adalah salah satu bagian dari sentimen risk off yang terbatas.

Hasil pemilu nasional Jepang memberikan sinyal jelas bahwa pasar memperkirakan kelanjutan agenda fiskal pro stimulus. Komentar dari para pemimpin partai dan kandidat terkait kabinet membuat investor lebih percaya pada stabilitas kebijakan fiskal jangka menengah. Secara umum, kemunculan kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan domestik dipandang sebagai faktor pendukung bagi yen dalam menghadapi pelemahan nilai tuku mata uang lain.

Pejabat keuangan Jepang menekankan bahwa rasio debt to GDP diperkirakan akan menurun lebih lanjut, meski tetap menjaga stabilitas pembiayaan publik. Perkembangan itu membantu menenangkan pasar setelah sebelumnya terjadi guncangan terkait rencana pemotongan pajak konsumsi pada makanan. Sentimen pasar menjadi lebih positif terhadap kemampuan Jepang menjaga stabilitas finansial.

BoJ menegaskan bahwa normalisasi kebijakan tetap berjalan secara bertahap. Anggota dewan Naoki Tamura menggarisbawahi bahwa kenaikan suku bunga akan berlanjut seiring dengan perbaikan ekonomi dan harga, tetapi pihak bank sentral juga menekankan kehati-hatian untuk menghindari pengetatan terlalu dini. Ia menambahkan bahwa inflasi konsumen sedang menunjukkan stabilisasi, meski pasar perlu tetap waspada terhadap volatilitas yen yang kembali turun.

Secara fundamental, gabungan inflasi AS yang lebih lemah dan sinyal kebijakan BoJ meningkatkan sentimen yang mendukung yen dalam jangka pendek. Pergerakan harga saat ini mendekati 152,85 setelah sempat menyentuh 153,78, menunjukkan yen mengambil alih kendali atas pasangan ini. Pasar menilai bahwa jalur normalisasi kebijakan Jepang dapat menjaga stabilitas tanpa menimbulkan tekanan inflasi domestik yang besar.

Dari perspektif trading, rekomendasi cenderung menunjukkan posisi jual USD JPY dalam kerangka waktu pendek. Hal ini didorong oleh data ekonomi AS yang mereda dan ekspektasi Fed yang lebih longgar, ditambah dukungan kebijakan Jepang yang cenderung mendukung yen. Pelaku pasar disarankan memperhatikan level kunci yang berdekatan untuk manajemen risiko.

Jika harga menembus support terdekat di sekitar 151,20, skenario ini bisa melanjutkan tren turun menuju target yang lebih rendah. Sebaliknya, jika harga menembus resistance sekitar 153,80, potensi pembalikan ke arah arah lebih lanjut bisa muncul. Manajemen risiko tetap penting, terutama jika faktor eksternal membuat volatilitas meningkat. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

ParameterLevel
Open152.85
Take Profit151.20
Stop Loss153.60
broker terbaik indonesia