Tamura menegaskan bahwa kenaikan suku bunga kebijakan tidak otomatis mengubah arah moneter menjadi lebih ketat secara signifikan. Meski demikian, ia menilai inflasi Jepang mulai menunjukkan kekakuan yang lebih besar sehingga pembacaan terhadap arah kebijakan perlu dilakukan dengan cermat. Ia juga menekankan bahwa dinamika harga tetap menjadi fokus utama untuk menilai kemampuan BoJ mencapai target inflasi sekitar 2%.
Menurutnya, keputusan mengenai apakah target harga telah tercapai bisa muncul lebih awal, bahkan pada musim semi tahun ini. Ia menekankan perlunya meninjau beragam data ekonomi untuk memastikan jalan Jepang menuju pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa menimbulkan kejutan fiskal. Pernyataan ini menyoroti bahwa kebijakan moneter akan berlanjut sesuai perbaikan ekonomi dan harga.
Secara garis besar, inflasi inti terlihat stabil meski harus diwaspadai karena yen menunjukkan tren melemah. Ia memperkirakan tekanan harga akan tetap ada akibat kombinasi permintaan domestik dan biaya impor. Jarak ke tingkat netral BoJ masih cukup jauh, dengan potensi kenaikan suku bunga jika data menunjukkan perbaikan berkelanjutan.
Reaksi pasar terlihat pada pergerakan USD/JPY yang menembus 152,94, naik sekitar 0,16% pada hari itu. Lonjakan ini mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan BoJ bisa berjalan beriringan dengan pengetatan yang lebih lanjut. Namun, ada pandangan bahwa stimulus kebijakan akan kehilangan efektivitas saat suku bunga melewati sekitar 1%.
Para analis menekankan bahwa dampak kenaikan sebelumnya terhadap perekonomian Jepang relatif terbatas dan bahwa estimasi tingkat netral berbeda-beda tergantung metodologi ukur. Meski demikian, tekanan pada yen tetap ada karena perbedaan arah kebijakan antara BoJ dan bank sentral lainnya. Kondisi ini meningkatkan volatilitas pasangan mata uang Jepang terhadap dolar AS.
Bagi pelaku pasar, kunci utama adalah memahami bagaimana BoJ menimbang pemulihan harga versus perlunya menjaga daya saing ekspor. Instrumen ini cenderung dipengaruhi ekspektasi perubahan kebijakan dan dinamika inflasi jangka pendek. Walau faksi kebijakan menyiapkan langkah untuk normalisasi, posisi USDJPY kemungkinan tetap sensitif terhadap berita data ekonomi yang datang.
Di pandangan ke depan, ada peluang BoJ melanjutkan normalisasi kebijakan jika pertumbuhan ekonomi dan tekanan harga menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan. Pelaku pasar akan memantau sinyal data inflasi dan input produksi untuk mengonfirmasi arah kebijakan. Skenario utama tetap mengarah pada peningkatan suku bunga bertahap sambil menjaga kondisi moneter tetap akomodatif.
Nilai yen kemungkinan tetap menjadi bagian dari hambatan bagi pelemahan mata uang tersebut, selama BoJ menilai perlu langkah lebih lanjut untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan harga. Penilaian terhadap dampak jangka panjang kebijakan terhadap neraca perdagangan dan arus modal juga menjadi bagian dari analisis bagi investor. Sambil itu, ekspektasi bahwa inflasi akan terjemah menjadi 2% secara bertahap mendukung narasi harga yang lebih stabil.
Ke depan, investor disarankan terus memantau perkembangan inflasi dan kebijakan BoJ. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar dan membuat keputusan yang lebih terinformasi.