Menurut analisis pasar global, Brasil tetap menjadi destinasi utama bagi aliran portofolio ekuitas pada tahun 2026. Valuasi yang relatif atraktif setelah periode penyesuaian besar di 2022–2024 menjadi pendorong utama minat investor. Perbaikan kualitas pendapatan perusahaan juga menambah keyakinan bahwa saham Brasil bisa menghadapi tantangan makro dengan lebih baik.
Faktor pendukung lain mencakup potensi pelonggaran kebijakan oleh Bank Sentral Brasil (BCB), kinerja laba yang tahan banting, serta sentimen positif terhadap pasar negara berkembang dan stabilitas institusional. Secara year-to-date, aliran ke ekuitas Brasil mencapai USD 5,9 miliar, melampaui rekor 2025 sebesar USD 4,6 miliar dan mengungguli banyak negara EM lainnya.
Namun, ada risiko utama yang perlu diperhatikan oleh investor. Ketidakpastian fiskal dan arah kebijakan yang terkait dengan pemilu bisa mengubah dinamika momentum jika respons kebijakan berubah atau volatilitas meningkat. Para investor perlu menilai bagaimana pemilihan umum akan mempengaruhi governansi fiskal serta reformasi ekonomi yang diharapkan berjalan di 2026.
Meski arus modal tetap resilien, variabel politik menjadi faktor penting yang bisa membentuk arah pasar. Ketentuan fiskal yang terkait dengan Pemilu berpotensi mempengaruhi persepsi investor terhadap kesinambungan reformasi dan daya saing perusahaan. Perkembangan kebijakan fiskal dan arah kebijakan ekonomi perlu diawasi secara seksama oleh pelaku pasar.
Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi pelonggaran oleh BCB dan stabilitas kebijakan tetap menjadi fondasi untuk aliran masuk modal. Sentimen terhadap pasar negara berkembang juga didorong oleh stabilitas institusional dan prospek pendapatan perusahaan yang lebih kuat. Secara keseluruhan, kombinasi faktor ini memberi sinyal bahwa Brasil bisa tetap menjadi pilihan utama bagi investor ekuitas meskipun ada risiko pemilu.
Untuk investor institusional, data aliran ekuitas Brasil yang menunjukkan arus masuk sekitar USD 5,9 miliar hingga saat ini menegaskan posisi Brasil sebagai salah satu tujuan terkuat di pasar negara berkembang pada 2026. Namun, penting untuk menilai skenario risiko dan menyiapkan rencana manajemen risiko. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.