GBPUSD melemah sedikit karena likuiditas yang tipis saat libur nasional di AS mempengaruhi arus perdagangan. Pasar menilai pergerakan ini menjelang data tenaga kerja dan inflasi UK yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Kondisi ini menambah nuansa kehati-hatian di kalangan pelaku pasar mata uang, meski tekanan harga di Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan inflasi.
Disinflasi yang berlanjut berpotensi menguatkan ekspektasi pemotongan suku bunga Bank of England pada pertemuan bulan Maret. Analis memperkirakan BoE perlu menilai dinamika inflasi dan tenaga kerja sebelum mengambil langkah kebijakan. Sinyal ini sejalan dengan pembacaan banyak ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang menunjukkan peluang pemangkasan 25 basis poin.
Di sisi politik, ketidakpastian terkait posisi Keir Starmer sebagai pemimpin oposisi menjadi risiko terselubung bagi Sterling. Meskipun dukungan Partai Buruh terlihat kuat dalam beberapa hari terakhir, gaya kebijakan dan perubahan kedudukan masih bisa memicu volatilitas. Skenario ini memperlihatkan bahwa faktor politik bisa membatasi perburuan reli GBPUSD di jangka pendek meski ada dukungan data fundamental yang mengarah ke pelepasan likuiditas.
Di grafik harian, GBPUSD diperdagangkan sekitar 1.3635 dengan tren utama yang mengarah ke atas melalui tiga moving average sederhana yang bertindak sebagai dukungan. Harga juga berada di atas baseline terbaru sekitar 1.3518, menunjukkan struktur bullish yang sedang terjaga. Indikator ini memperkuat narasi bahwa momentum kenaikan masih relevan dalam jangka pendek.
Tidak hanya itu, garis tren naik yang terbentuk sejak level sekitar 1.3035 memperkuat posisi bullish dengan dukungan berada di dekat 1.3506. Selama pasangan tetap menghormati basis tren ini, penurunan harga cenderung terbatas dan biasnya ke arah naik. Kondisi seperti ini sering menjadi sinyal teknis yang mengundang investor untuk mengambil posisi long dengan manajemen risiko yang cermat.
Namun, penutupan harian yang berada di bawah lantai tersebut dapat menjadi tanda berkurangnya momentum dan membuka peluang fase korektif yang lebih dalam. Meskipun analisis ini didukung oleh data teknis, faktor eksternal seperti pernyataan kebijakan Fed dan dinamika inflasi domestik bisa mengubah arah tren secara tiba-tiba. (Analisis teknikal ini disusun dengan bantuan alat AI.)
Lingkungan pasar belakangan ini diselimuti suasana campuran dengan likuiditas rendah akibat kalender ekonomi yang langka di kedua sisi Atlantik. Investor memperhatikan rilis data tenaga kerja dan inflasi di Inggris, serta pidato anggota FOMC dan Minutes pertemuan Fed untuk petunjuk arah kebijakan. Kondisi ini membuat keputusan trading perlu sangat selektif dan berorientasi manajemen risiko yang ketat.
Dalam konteks kebijakan, pandangan pasar menunjukkan kemungkinan BoE menahan atau memangkas suku bunga seiring penurunan tekanan inflasi domestik. Sinyal ini memberikan dasar bagi bias jangka menengah ke atas pada pasangan mata uang Sterling terhadap dolar AS, asalkan data ekonomi UK tetap menunjukkan kesehatan pasar tenaga kerja. Sinyal ini juga konsisten dengan gambaran teknis yang menunjukkan potensi kelanjutan gelombang kenaikan.
Rencana trading yang disarankan adalah membuka posisi long dengan level risiko yang terkendali, mengingat potensi pergerakan menuju target sekitar 1.3829 jika momentum tetap terjaga. Para trader sebaiknya menempatkan stop loss di sekitar 1.3506 untuk menjaga risk reward minimal sekitar 1:1.5, sambil memantau perkembangan rilis data dan pernyataan kebijakan. Perlu dicatat bahwa volatilitas bisa meningkat pada hari-hari dengan agenda data penting atau pernyataan bank sentral.