BRI mengangkat isu sampah sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap lingkungan dan kesejahteraan komunitas. Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional, bank pelat merah ini memperkenalkan program yang menggabungkan edukasi, inovasi, dan praktik reduce, reuse, recycle. Langkah ini menyasar peningkatan kesadaran publik dan perubahan perilaku di berbagai lapisan masyarakat. Misi ini menegaskan bahwa institusi keuangan tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan lingkungan. Menurut Cetro Trading Insight, inisiatif ini mencerminkan bagaimana CSR bisa berperan sebagai pendorong perubahan nyata.
Salah satu fokus utama adalah edukasi melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Cantik Resik di Bekasi. Kegiatan sosialisasi membahas pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan, dan pentingnya inovasi produk yang dihasilkan dari limbah. Peserta yang terlibat meliputi pengurus bank sampah, siswa SMP, serta warga Kelurahan Jatikramat sehingga dampaknya bisa menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga memicu kampanye lingkungan untuk meningkatkan partisipasi publik.
Selain edukasi, program menekankan aksi nyata dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Pihak BRi menyiapkan fasilitas pendukung seperti dua unit komposter dan peralatan kebersihan untuk mempermudah pengelolaan sampah di rumah tangga. Dengan langkah praktis ini, diharapkan kebiasaan ramah lingkungan bisa tumbuh sejak dini di tingkat rumah tangga dan komunitas sekitar. Secara keseluruhan, inisiatif ini menjadi kombinasi edukasi tebal dengan dampak langsung di lapangan.
Kegiatan Yok Kita Gas berhasil diterapkan di Bank Sampah Cantik Resik melalui kerja sama lintas sektor. Program ini tidak hanya memberi pemahaman teoretis, tetapi juga melibatkan warga dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah melalui inovasi produk. Partisipasi dari rumah tangga hingga komunitas memperluas efek positif program ini di berbagai lapisan masyarakat.
BRI Peduli memberikan dukungan teknis dan logistik, termasuk dua unit komposter, keranjang sampah anorganik, serta perlengkapan lain yang mempercepat proses pengelolaan sampah. Alat-alat tersebut memudahkan konversi sampah rumah tangga menjadi pupuk padat maupun cair serta material ramah lingkungan lainnya. Upaya ini secara langsung membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong dampak berkelanjutan. Siswa SMP dan warga daerah berpartisipasi aktif melalui lomba inovasi produk sampah yang menstimulasi kreativitas dan kesadaran lingkungan. Secara keseluruhan, inisiatif ini menjadi contoh bagaimana sektor perbankan bisa memimpin perubahan melalui program CSR yang terukur dan berdampak nyata.
Hasil program tidak hanya terlihat dari volume sampah yang menurun, tetapi juga pada dampak sosial yang terasa di komunitas sekitar. Masyarakat belajar memilah sampah di rumah, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan berpartisipasi dalam kampanye kebersihan secara rutin. Selain itu, tingkat kesadaran yang meningkat berpotensi menurunkan biaya pengelolaan sampah kota serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Secara operasional, program ini telah berlangsung di 117 lokasi di Indonesia melalui bank sampah, pasar tradisional, sekolah, dan titik sungai. Hasilnya meliputi produksi pupuk organik cair, pupuk kompos, dan produk ramah lingkungan lain dari sampah yang diolah. Pelatihan manajemen sampah, mesin pengolahan, peralatan dukung, serta kendaraan pendukung juga menjadi bagian penting dari ekosistem program ini.
BRI menegaskan komitmennya terhadap Pilar Pembangunan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan sejalan dengan SDGs. Dukungan ini dianggap sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hidup melalui lingkungan yang bersih dan partisipasi sosial yang lebih besar. Keberhasilan program di berbagai wilayah menandai langkah konkret menuju target lingkungan yang lebih luas di masa depan.