MPPA Ajukan PMHMETD VIII untuk Rights Issue Jumbo Rp780 Miliar dengan MLPL sebagai Standby Buyer

MPPA Ajukan PMHMETD VIII untuk Rights Issue Jumbo Rp780 Miliar dengan MLPL sebagai Standby Buyer

trading sekarang

Langkah MPPA mengguncang dinamika pasar ritel Indonesia dengan rencana PMHMETD VIII untuk memperkuat posisi keuangan di tengah tekanan operasional. Rights issue jumbo ini dipandang sebagai upaya krusial untuk menjaga likviditas dan memperbesar kapasitas investasi perseroan. Menurut Cetro Trading Insight, atau Cetro, inisiatif ini merupakan pilar penting bagi kelanjutan rencana strategis perusahaan dalam jangka panjang.

RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026 untuk memperoleh persetujuan atas aksi korporasi. Peluang ini menekankan bahwa hak pelaksanaan harus disetujui pemegang saham sebelum aksi dapat dijalankan. Analis dan investor akan menilai implikasi rights issue terhadap struktur kepemilikan serta prospek bisnis MPPA.

Sejalan dengan laporan keuangan, MPPA mencatat rugi bersih Rp152 miliar pada 2025 dan posisi ekuitas yang hampir nol, sekitar Rp4 miliar negatif. Kondisi ini menambah urgensi langkah pembiayaan melalui PMHMETD VIII. Di sisi lain, beban liabilitas yang tinggi dengan utang berbunga mencapai Rp980 miliar menekankan perlunya peningkatan likuiditas dan struktur permodalan yang lebih kokoh.

Rencana aksi korporasi mencakup emisi saham baru sebanyak 24 miliar saham melalui PMHMETD VIII, dengan potensi dilusi kepemilikan hingga 64,92 persen. Angka ini menggambarkan skala transaksi yang signifikan dan tujuan untuk memperkuat modal ekuitas perseroan. Porsi saham baru yang besar juga menegaskan perlunya kehati-hatian dalam evaluasi dampak terhadap pemegang saham eksisting.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membeli hak atas tanah dan bangunan di beberapa daerah senilai sekitar Rp780 miliar dari entitas anak perusahaan milik pengendali perseroan, Multipolar Tbk (MLPL). Aksi ini bertujuan memperkuat portofolio aset MPPA dan mendukung ekspansi usaha. Secara strategis, pembelian properti juga diharapkan meningkatkan kemampuan perseroan untuk menghasilkan arus kas dan pendapatan di masa depan.

MLPL akan melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain, dengan jumlah maksimal mencapai 7,566,400,000 saham. Struktur ini memastikan kelangsungan aksi korporasi meskipun ada pemegang saham yang memilih tidak ikut hak.

Dampak Keuangan dan Prospek Bisnis

Manajemen menilai langkah ini akan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perseroan, sekaligus mendukung pengembangan usaha. Peningkatan modal diharapkan memulihkan dinamika pendapatan dan memperbaiki keseimbangan neraca. Selain itu, aksi ini memberi fondasi pembiayaan untuk investasi masa depan dalam aset strategis perseroan.

Prospek bisnis MPPA akan sangat dipengaruhi kemampuan perusahaan memanfaatkan aset tanah tersebut dan menggenjot pendapatan, meski tantangan operasional masih ada. Eksekusi yang tepat atas PMHMETD VIII akan menjadi faktor kunci bagi pemulihan laba. Meski demikian, terdapat risiko terkait kepastian harga pelaksanaan yang belum diumumkan, volatilitas pasar, dan tantangan integrasi aset.

Perlu pengawasan ketat dari pemangku kepentingan untuk memastikan aliran dana sesuai rencana dan mengoptimalkan manfaat bagi semua pihak. Cetro Trading Insight menyarankan pemegang saham mencermati perkembangan prospektus dan jadwal RUPSLB.

broker terbaik indonesia