WTI Menguat ke Level Tertinggi Sejak Agustus 2025 Didukung Ketegangan AS-Iran

WTI Menguat ke Level Tertinggi Sejak Agustus 2025 Didukung Ketegangan AS-Iran

Signal /WTIBUY
Open66.380
TP70.000
SL65.500
trading sekarang

Pergerakan harga minyak mentah WTI didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan premi risiko di pasar energi, karena pasar khawatir potensi gangguan pasokan di wilayah Teluk. Kondisi ini membuat para trader menahan pasokan dan mendorong pembelian sementara harga bergerak naik.

Harga WTI menguat hingga sekitar $66.38 per barel pada saat ini, level tertinggi sejak Agustus 2025. Laporan media menyebutkan adanya kemungkinan aksi militer AS jika negosiasi nuklir dengan Iran tidak menghasilkan kemajuan. Ketidakpastian geopolitik juga didorong oleh laporan bahwa Inggris menahan diri dari memberikan dukungan mereka untuk serangan yang direncanakan.

Dari sisi teknikal, struktur harga membaik karena harga kembali menembus beberapa moving average utama, termasuk SMA 200-hari sekitar 62.20 dollar per barel, yang kini bertindak sebagai support dinamis. RSI berada di sekitar 63, di atas level netral 50, menunjukkan momentum bullish yang berlanjut tanpa berada di wilayah overbought. ADX berada di sekitar 28 menandakan tren yang semakin kuat dengan volatilitas yang masih terkendali.

Dari sudut pandang teknikal, sinyal bullish terlihat jelas dari dinamika RSI yang bertahan di atas 50 dan ADX yang mendekati 28, menegaskan kekuatan tren. Harga juga membentuk pola higher highs dan higher lows, menunjukkan kontrol pembeli yang kuat. Secara umum, pergerakan harga mendekati area resistensi kunci di kisaran 66,00–67,00 dolar, yang perlu ditembus untuk mengaitkan lanjutan kenaikan.

Jika harga akhirnya menembus 66,00–67,00, peluang kenaikan menuju target berikutnya sekitar 70,00 dolar per barel bisa terwujud. Breakout di atas zona tersebut akan memberi konfirmasi tren bullish yang lebih luas. Dalam konteks perdagangan, risiko-risiko tetap ada, tetapi potensi imbalan menonjol karena tujuan harga yang masih terbuka.

Untuk manajemen risiko, para trader bisa mempertimbangkan rasio risiko-hadiah minimal 1:1,5 sesuai pedoman umum. Penempatan stop loss yang wajar bisa berada di sekitar 65,50 dolar per barel untuk menjaga batas kerugian relatif kecil jika pasar berbalik. Sementara itu, target keuntungan di sekitar 70,00 dolar memberikan peluang cukup menarik bagi mereka yang mengikuti arah pasar.

Risiko geopolitik dan proyeksi ke depan

Permasalahan utama tetap terkait risiko geopolitik di Teluk Persia dan potensi gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Eskalasi lebih lanjut bisa memperketat pasokan global dan menambah tekanan pada harga minyak. Pasar juga menakar respons kebijakan nasional, termasuk pernyataan pejabat tinggi yang menekankan bahwa pembicaraan bertujuan menghasilkan kesepakatan yang berarti.

Di sisi fundamental, peningkatan premi risiko geopolitik didukung oleh laporan berita mengenai negosiasi nuklir dan dinamika hubungan antarnegara. Wakil pemerintah negara adidaya menegaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan tidak ada senjata nuklir, sambil menjaga jalur diplomasi tetap hidup. Sementara itu, pernyataan media yang menyebut penolakan Inggris terhadap penggunaan basis RAF menambah ketidakpastian jangka pendek.

Mengingat perkembangan terakhir, proyeksi harga minyak WTI tetap rentan terhadap dinamika di kawasan tersebut. Breakout berkelanjutan jika resistance 66–67 berhasil ditembus dapat membuka jalan menuju level sekitar 70 dolar per barel, sebagaimana disebutkan dalam analisis ini. Cetro Trading Insight juga menekankan bahwa investor perlu mengikuti perkembangan berita dan data imbasnya terhadap supply-demand global.

broker terbaik indonesia