BTN, melalui Direktur Utama Nixon LP Napitupulu, menegaskan langkah terobosan untuk mengguncang pasar pembiayaan dengan menggandeng pengembang. Inisiatif ini dirancang untuk membangkitkan permintaan pasar meski daya beli masyarakat sedang melambat. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai contoh nyata bank mempercepat pemulihan melalui kolaborasi langsung dengan sektor riil.
Dalam waktu dekat, BTN berencana memanggil sejumlah developer untuk menyusun program bersama yang menggabungkan kepentingan kedua pihak. Nixon menguraikan bahwa inti program adalah sinergi antara diskon bunga dari bank dan diskon harga unit dari pengembang. Upaya ini bertujuan menciptakan dampak nyata pada pasar properti khususnya segmen menengah ke bawah.
Nixon menekankan bahwa beban biaya bagi konsumen perlu dipangkas dari dua arah: harga yang lebih rendah dari pengembang serta suku bunga yang lebih kompetitif dari bank. Ia menyebut ini sebagai strategi creating demand yang bisa berjalan beriringan dengan developer. Menurutnya, kombinasi diskon dan promo bunga dapat mempercepat pemulihan pasar tanpa bergantung pada kebijakan stimulus pemerintah yang berpotensi memakan waktu birokrasi.
Fokus program ini secara sengaja diarahkan untuk segmen menengah-bawah yang belakangan terdampak pengetatan daya beli. BTN berupaya menurunkan beban biaya pembiayaan secara signifikan melalui kombinasi diskon bunga dan potongan harga unit. Dengan demikian, calon pembeli tidak hanya mendapatkan harga unit yang menarik, tetapi juga kemudahan pembiayaan yang lebih ringan.
Para eksekutif BTN menekankan bahwa kerja sama dengan developer wajib mengalami dua arah: developer juga diminta memberikan diskon yang konkrit, bukan hanya pengurangan biaya di sisi bank. Jika harga unit Rp1 miliar, misalnya, diskon 10 persen bisa menjadi salah satu trigger pembelian bersamaan dengan bunga promo yang kompetitif.
Selain itu, pihak bank juga menimbang langkah mengurangi biaya administrasi dan premi asuransi yang selama ini membebani nasabah di awal akad. Skema suku bunga promo yang dipertimbangkan, antara lain, 2,65 persen untuk tiga tahun atau tenor hingga lima tahun. Semua langkah ini dimaksudkan untuk menjaga jalannya market tanpa menambah beban di sisi nasabah.
Secara praktis, Nixon menyatakan bahwa BTN akan memulai langkah implementasi dengan fokus pada kerja sama langsung bersama developer. Sambil menunggu kelonggaran fiskal dari pemerintah, bank berfokus pada aksi konkret yang bisa dieksekusi lebih cepat. Ia juga menekankan bahwa kemauan political will perlu didorong, namun realisasi di sektor riil bisa berjalan lebih cepat melalui kolaborasi saat ini.
Analisis awal oleh Cetro Trading Insight melihat potensi dampak positif terhadap pasar properti dan pembiayaan. Kolaborasi ini berpotensi menciptakan sinyal permintaan baru, terutama jika catatan suku bunga promo dan diskon harga efektif menarik minat pembeli. Namun demikian, risiko terkait dinamika harga dan kemampuan developer untuk memenuhi komitmen potensi tetap perlu diawasi.
Di sisi kebijakan, pemerintah diharapkan tetap memberi insentif fiskal untuk mendukung sektor properti, meski prosesnya bisa panjang. BTN menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan mitra riil sambil terus mengusulkan pembahasan biaya-biaya yang bisa dikurangi secara struktural. Langkah ini menunjukkan arah bank untuk menjaga pasar tetap likuid melalui aksi nyata, bukan hanya rilis kebijakan.