Kandidat calon Deputi Gubernur BI menegaskan komitmen untuk memperluas ekosistem digital yang melibatkan pemerintah daerah. Ia menilai ekosistem ini krusial untuk mendorong layanan publik yang lebih responsif dan efisien. Dalam kajian awal, kesiapan infrastruktur digital daerah menjadi faktor penentu yang perlu dipacu bersama.
Kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, dan sektor perbankan serta teknologi finansial akan meningkatkan interoperabilitas antar platform. Standar teknis yang konsisten diperlukan agar data publik bisa dibagi secara aman tanpa mengorbankan privasi. Inisiatif ini juga memicu inovasi produk keuangan digital yang memudahkan transaksi daerah.
Manfaat jangka pendek meliputi percepatan pembayaran layanan publik dan pengurangan biaya operasional. Pada jangka panjang, ekosistem digital dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM dan warga di daerah terpencil. Upaya ini juga didorong untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.
Layanan publik akan lebih mudah diakses melalui kanal digital yang terintegrasi. Proses administrasi bisa dipercepat, antrian di kantor layanan berkurang, dan data warga terpusat dengan aman. Kebijakan berbasis data mendorong respons yang lebih tepat sasaran.
Pembayaran pajak daerah, retribusi, dan layanan publik lainnya bisa dimediasi melalui kanal digital yang lebih efisien. Dengan demikian, aliran pendapatan daerah menjadi lebih transparan dan terkendali. Kehadiran fintech lokal akan mendorong inklusi keuangan bagi pelaku usaha kecil.
Di sisi risiko, diperlukan kerangka tata kelola data dan perlindungan privasi yang kuat. BI berfokus pada tata kelola risiko siber, audit publik, dan pengawasan penggunaan data. Upaya ini menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk menjaga kepercayaan publik.
Langkah implementasi dimulai dengan rencana induk digital nasional yang sejalan dengan kebutuhan daerah. Pemerintah daerah didorong untuk membentuk tim digital lokal, mengadopsi infrastruktur cloud yang aman, dan menjalankan sandbox regulasi. Kolaborasi antar sektor menjadi kunci untuk mengurangi hambatan teknis.
Dukungan pendanaan dan kapasitas SDM menjadi faktor kunci. BI dan mitra harus menyediakan pelatihan bagi aparatur daerah, serta memastikan integrasi sistem yang mulus antar lembaga. Selain itu, diperlukan standar interoperabilitas nasional agar setiap daerah bisa berbagi data dengan aman.
Tantangan utama meliputi keamanan siber, kendala anggaran, dan resistensi perubahan. Namun dengan kepemimpinan BI dan komitmen pemda, langkah bertahap dapat mendorong transformasi digital yang berkelanjutan. Keberhasilan implementasi akan menciptakan fondasi bagi inovasi berkelanjutan di sektor publik.