PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) melaporkan laba bersih 2025 sebesar Rp2,03 triliun, meningkat 33,80% dibandingkan 2024. Angka ini menandai kebangkitan yang impresif bagi segmen olahan susu dan makanan konsumsi di pasar domestik. Dari sisi analisis, laporan tersebut dikupas oleh Cetro Trading Insight, yang sering disebut Cetro, sebagai gambaran kekuatan model bisnis jangka panjang. emas dunia hari ini menjadi rujukan bagi investor yang membandingkan tren harga komoditas dengan dinamika saham konsumer.
Segmen Produk Olahan Susu mencetak kenaikan penjualan menjadi Rp4,07 triliun, sementara segmen Makanan Konsumsi tumbuh menjadi Rp6,65 triliun. Penjualan bersih juga naik 18,82% menjadi Rp10,72 triliun, menunjukkan performa operasional yang kokoh sepanjang 2025. Peningkatan kinerja didorong oleh inovasi produk, perluasan saluran distribusi, dan perluasan pasar ekspor yang mendorong pendapatan berkelanjutan.
Arus kas semakin kuat dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi surplus sebesar Rp1,91 triliun, naik 10,32% dari 2024. Penerimaan kas dari pelanggan meningkat signifikan, menjadi Rp10,58 triliun, memperkuat posisi likuiditas untuk ekspansi ke jaringan produksi dan pasar baru. Array data keuangan menunjukkan bahwa fasilitas produksi memiliki fundamental yang solid untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan.
Farell Sutantio, Direktur Utama Cimory, menegaskan bahwa kinerja positif 2025 dipicu inovasi produk, perluasan saluran distribusi, serta peningkatan ekspor yang memperluas pangsa pasar. Ia menegaskan fokus perseroan pada pertumbuhan berkelanjutan dan kepemimpinan dalam produk makanan dan minuman premium berbasis protein. emas dunia hari ini menjadi gambaran risiko-diversifikasi bagi investor yang menimbang volatilitas pasar komoditas terhadap saham konsumer.
Perseroan juga memperkuat kemitraan dengan lebih dari 18 ribu peternak sapi lokal, menunjukkan komitmen inklusif dan dampak sosial yang luas. Efisiensi operasional dan peningkatan kapasitas produksi turut didorong oleh investasi pada fasilitas produksi serta penggunaan teknologi mutakhir untuk menjaga kualitas produk. Array pemantauan proses produksi menjadi bagian dari kerangka kerja untuk mengunci pertumbuhan berkelanjutan.
Ekspansi ke pasar ekspor terus menjadi peluang pendapatan tambahan, sementara komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, termasuk PLTS, membantu menekan biaya dan emisi. Peningkatan efisiensi energi dan efisiensi operasional secara keseluruhan akan memperkuat profil keuangan perusahaan seiring waktu.
Melihat prospek jangka panjang, Cimory berpotensi mempertahankan pertumbuhan melalui inovasi produk, ekspansi saluran, dan peningkatan penetrasi ekspor. Namun, risiko input seperti biaya susu, inflasi, dan volatilitas kurs perlu diawasi secara ketat. emas dunia hari ini juga menjadi pengingat bahwa investor perlu memantau dinamika harga komoditas terkait dengan saham konsumsi seperti CMRY.
Dari sisi risiko operasional, integrasi data dan manajemen rantai pasok menjadi kunci. Array integrasi data operasional memungkinkan manajemen menilai kinerja secara real-time dan merespons tren pasar dengan lebih cepat. Upaya manajemen biaya dan digitalisasi proses di segala lini produksi mendukung margin seiring ekspansi.
Secara fundamenta, rekomendasi investasi berdasarkan analisis ini adalah membeli CMRY jika harga bergerak mengikuti target laba dan arus kas, dengan TP lebih tinggi dari harga pembukaan serta sl yang terikat justru untuk menjaga risk-reward minimal 1:1,5. Investor yang ingin mengikuti peluang di saham Indonesia dapat memanfaatkan pertumbuhan sektor susu olahan dan makanan premium seperti Cimory sebagai bagian dari portofolio pangan.