
Indeks utama Wall Street dibuka lebih tinggi sejalan dengan harapan tercapainya damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta optimisme terkait perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Para investor melihat peluang stabilisasi risiko geopolitik yang selama ini menjadi sumber volatilitas. Ketertarikan terhadap teknologi AI juga memperkuat sinyal bahwa arus masuk dana risk-on bisa berlanjut di beberapa segmen pasar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 143,9 poin atau 0,29 persen, berada di level 49.442,19. Sementara itu, S&P 500 menguat 34,9 poin atau 0,48 persen menjadi 7.294,14 dan Nasdaq Composite naik 169 poin atau 0,67 persen ke posisi 25.495,16. Angka-angka ini mencerminkan minat investor terhadap saham berkapitalisasi besar yang menjadi barometer ekonomi abstrak volatilitas global.
Para analis menyoroti laporan Axios yang menyebut AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan lewat memorandum singkat satu halaman. Dokumen tersebut dipandang sebagai dasar negosiasi nuklir yang lebih luas dan berpotensi mengurangi tensi regional. Bahkan pernyataan sebelumnya dari Presiden AS, Donald Trump, tentang kesiapan proposal damai menambah bobot harapan pelaku pasar terhadap jalur diplomasi yang konstruktif.
Harga minyak dunia merespons berita positif ini dengan penurunan tajam. Brent turun 5,7 persen menjadi 103,61 dolar AS per barel, setelah sempat berada di atas 115 dolar per barel pada awal pekan. Pergerakan intraday sempat menembus di bawah 97 dolar, sebelum kemudian stabil kembali di atas 100 dolar per barel.
Tekanan harga minyak cenderung mereda ketika Trump mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz dapat kembali terbuka untuk semua kapal jika kesepakatan diterima Iran. Jalur chokepoint penting ini selama ini menjadi sumber tekanan global karena menghambat arus minyak keluar dari Teluk Persia, sehingga pembukaan penuh diharapkan memperbaiki distribusi secara global.
Analisis pasar menunjukkan dampak potensial terhadap inflasi global jika jalur pasokan minyak pulih. Kembalinya aliran minyak secara lancar berpotensi meredakan volatilitas harga energi dan mendukung tren inflasi yang lebih terkendali di berbagai negara, meski risiko geopolitik tetap ada.
Dalam pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,35 persen dari 4,43 persen pada Selasa, menunjukkan apresiasi terhadap aset berisiko relatif dan penurunan ketakutan terhadap perlambatan ekonomi. Pergerakan ini menambah optimisme risiko di pasar saham global yang juga mencerminkan korelasi positif antara ekuitas dan obligasi terhadap dinamika geopolitik.
Analis Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menyatakan sentimen positif memicu optimisme luas di pasar. Ia menilai kita hampir mencapai solusi diplomatik terkait perang yang tengah berlangsung dan ini meningkatkan keinginan investor untuk mengambil posisi risk-on dalam jangka pendek.
Selain itu, pasar saham global menunjukkan daya tahan dengan kilau kebijakan positif di beberapa wilayah. Korea Selatan mencatat lonjakan signifikan, dengan Seoul naik 6,5 persen, diikuti Hong Kong sebesar 1,2 persen, London 2,2 persen, dan Paris 2,9 persen, menandai dinamika diversifikasi sentimen investor di berbagai pasar.