
Tim FX Strategy Rabobank berpendapat bahwa harga pasar untuk hingga tiga kenaikan BoE dalam satu tahun terlalu agresif. Kondisi ini terjadi karena pasar tenaga kerja Inggris melunak dan pertumbuhan ekonomi yang lesu. Analisis mereka menekankan bahwa skenario tersebut tidak mencerminkan dinamika inflasi jangka pendek yang tepat.
Para analis memperkirakan hanya ada satu langkah kebijakan BoE tahun ini, yang seharusnya melemahkan GBP. Sebaliknya, EUR/GBP diperkirakan akan cenderung menguat dalam horizon 9–12 bulan. Pergerakan ini muncul dari pergeseran kebijakan yang lebih moderat dibandingkan ekspektasi pasar sebelumnya.
Sejak awal konflik di Iran, harga pasar sempat berbalik dari mematok potongan BoE menjadi empat kenaikan. Namun, pasar tetap memperhitungkan risiko tiga kenaikan dalam pandangan satu tahun. Rabobank menilai jumlah tersebut terlalu tinggi mengingat dinamika tenaga kerja Inggris yang meningkat kapasitas cadangan.
Analisis Rabobank menunjukkan EUR/GBP kemungkinan naik perlahan dalam 9–12 bulan ke depan. GBP cenderung melemah jika BoE mengikuti satu langkah kebijakan saja. Kondisi pasar tenaga kerja yang melunak memberi ruang bagi pergeseran imbal kebijakan yang lebih berpihak pada pelonggaran.
Pergerakan EUR/GBP didorong oleh dinamika re-pricing pasar terhadap prospek inflasi dan pertumbuhan. Rabobank menyoroti bahwa ekspektasi investor dipengaruhi oleh faktor-faktor ini, bukan semata-mata kebijakan suku bunga tunggal. Pasar mencoba menilai risiko kenaikan secara bertahap dan berkesinambungan.
Gambaran sentimen mereka adalah EUR/GBP cenderung naik dalam jangka menengah. Implikasi bagi investor adalah memantau data ekonomi di Inggris dan zona euro serta mengelola risiko secara ketat. Penekanan ditempatkan pada pemantauan terhadap dinamika pasar tenaga kerja dan pertumbuhan yang relevan bagi pergerakan pasangan mata uang ini.
Bagi trader, arahan fundamental ini mengindikasikan bias naik untuk EUR/GBP dalam kerangka 9–12 bulan. Namun tidak ada level harga atau target spesifik yang disebutkan dalam laporan. Kunci utamanya adalah menempatkan fokus pada manajemen risiko dan konfirmasi melalui analisis teknikal tambahan.
Jika trader tetap ingin mengambil posisi, prinsip risiko-imbalan minimal 1:1.5 perlu diperhitungkan. Tanpa angka entry, trader sebaiknya menunggu sinyal teknikal tambahan sebelum mengeksekusi. Konsistensi antara open, tp, dan sl juga penting untuk menjaga eksposur risiko tetap terkendali.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia. Media ini berkomitmen menyajikan perspektif pasar berbasis riset dan analisis fundamental untuk investor dan trader yang ingin memahami dinamika FX.