Menurut tim FX Commerzbank, CNY adalah satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap USD sejak akhir Februari. Dukungan utamanya berasal dari kinerja ekspor China yang kuat serta kebijakan pemerintah yang berkelanjutan. Meski sentimen domestik tetap agak rapuh secara keseluruhan, pergerakan CNY menunjukkan dinamika yang berbeda dibanding rekan regionalnya.
Para analis menilai langkah ini bersifat taktis dan bisa jadi sinyal awal jelang pertemuan antara Trump dan Xi yang dijadwalkan. China tampak membiarkan CNY menguat secara terbatas untuk menampilkan stabilitas ekonomi di mata investor global. Strategi ini bertujuan menjaga posisi yuan tetap relevan dalam penyelesaian perdagangan internasional.
Namun hambatan struktural seperti kelebihan kapasitas dan ketidakpastian properti masih membayangi prospek jangka menengah. Meski demikian, ekspor yang lebih kuat memberikan bantalan fundamental bagi CNY. Data SWIFT juga menunjukkan peningkatan pangsa CNY dalam pembayaran global menjadi sekitar 3.1% pada Maret 2026, meski USD dan EUR tetap dominan.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika FX terkini.
Faktor geopolitik turut memberi sinyal bahwa penguatan CNY bisa menjadi langkah taktis menjelang pertemuan Trump-Xi (yang sempat dijadwalkan ulang). Strategi ini dimaksudkan untuk menunjukkan stabilitas China di mata investor dan mitra dagang internasional. Investor memperhatikan bahwa langkah ini dapat mempengaruhi volatilitas pasar FX secara lebih luas.
China tampak bersikap toleran terhadap penguatan CNY untuk mengalihkan fokus dari surplus akun berjalan yang besar, sambil mempertahankan bias kebijakan yang mendukung. Kebijakan mid-point fixing PBoC juga menunjukkan arah yang lebih positif di awal tahun 2026. Langkah-langkah kebijakan ini mencerminkan kombinasi tujuan fiskal dan stabilitas keuangan dalam konteks perdagangan.
Data pembayaran global SWIFT menunjukkan pangsa CNY dalam pembayaran dunia meningkat menjadi sekitar 3.1% pada Maret 2026, meski masih jauh di belakang USD (51.1%) dan EUR (21.3%). Angka ini menandakan tren pergeseran bertahap menuju penggunaan yuan dalam transaksi lintas batas. Keberlanjutan tren ini tergantung pada dinamika perdagangan dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan China.
Sebagai bagian dari analisis ini, Cetro Trading Insight menilai bahwa perubahan-perubahan kebijakan dan arus perdagangan global akan menjadi penentu utama arah CNY dalam beberapa kuartal ke depan.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan CNY, kepercayaan pasar terhadap peran yuan sebagai alat pembayaran internasional semakin berkembang. Peningkatan penyelesaian dalam CNY berpotensi mengubah aliran modal dan struktur transaksi lintas batas di masa mendatang. Para analis menilai bahwa pergeseran ini bisa mendukung volatilitas yang lebih rendah dalam jangka panjang jika disertai kebijakan pendukung yang konsisten.
Sebagian besar perdagangan China–Rusia diselesaikan dalam CNY, dengan kontribusi sekitar 3–5 poin persentase terhadap total penyelesaian perdagangan dalam mata uang tersebut. Fenomena ini mencerminkan kemajuan integrasi yuan dalam rantai pasokan regional dan hubungan perdagangan negara mitra. Di sisi lain, tekanan eksternal tetap ada, menuntut kebijakan yang fleksibel untuk menjaga kepercayaan investor.
Secara keseluruhan, penyelesaian transaksi dalam CNY memperkuat posisi yuan di pasar internasional meski ada hambatan eksternal. Laporan ini dari Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan regulasi dan data perdagangan untuk menilai peluang investasi terkait mata uang tersebut.