COIN mencatat momentum luar biasa di 2025. Dalam tahun yang penuh volatilitas pasar kripto, laba bersih perseroan berhasil menembus Rp48,4 miliar, menunjukkan kemampuan beradaptasi di pasar yang dinamis. Laporan keuangan perusahaan menggambarkan peningkatan berkelanjutan yang memberi sinyal kuat bagi investor jangka panjang. Cetro Trading Insight menilai tren ini sebagai indikator fondasi bisnis yang lebih kuat meski konten pasar berfluktuasi.
Pendapatan COIN mencapai Rp284,7 miliar, melonjak 181 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan kuat pada segmen perdagangan derivatif. Meski volatilitas pasar kripto tinggi, posisi COIN menunjukkan kemampuan memanfaatkan peluang di berbagai lini usaha.
EBITDA tumbuh 156,3 persen menjadi Rp131,1 miliar, mengiringi kenaikan laba bersih sebesar 13 persen menjadi Rp48,4 miliar. Peningkatan EBITDA ini menegaskan kemampuan operasional COIN untuk menjaga profitabilitas meskipun pendapatan berfluktuasi. Kenaikan kinerja keuangan ini memberi pijakan bagi rencana ekspansi jangka panjang perseroan.
Segmen derivatif menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan pendapatan Rp59,4 miliar dan lonjakan 7.623 persen year-on-year. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana minat investor pada instrumen kripto berstruktur semakin besar. Sepanjang tahun, transformasi ini turut mengangkat kontribusi segmen tersebut terhadap pendapatan perseroan menjadi 21,1 persen.
Jumlah konsumen yang bertambah dan adopsi produk derivatif di Bursa Kripto CFX menunjukkan tren positif. Keterlibatan publik yang meningkat memperkuat arus kas perusahaan dan menyediakan landasan bagi ekspansi layanan. Di samping itu, ICC sebagai lembaga kustodian menyediakan infrastruktur yang menjaga keamanan transaksi.
Kondisi pasar 2025 yang dinamis memberi peluang bagi segmen derivatif untuk tumbuh positif secara berkelanjutan. Ade Wahyu menilai volatilitas pasar bisa menjadi peluang jika dikelola dengan strategi lindung nilai yang tepat. COIN melihat peluang ini sebagai pendorong utama strategi ke depan, dengan fokus pada layanan derivatif untuk melindungi nilai portofolio investor.
Ade Wahyu memperkirakan kondisi pasar 2026 akan lebih dinamis karena ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik global. Kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas harga aset kripto, tetapi juga membuka peluang bagi produk derivatif COIN. Dalam pandangannya, peluang itu akan menjadi bahan bakar untuk pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
Perusahaan berencana memperkuat portofolio usaha dan terus mendukung dua anak usaha, Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar operasional tetap transparan dan inovatif. Ade menekankan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan pemegang kepentingan. Strategi ini mencakup perluasan produk derivatif dan peningkatan layanan kustodian untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Perseroan menegaskan fokus jangka panjang pada penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan likuiditas, dan efisiensi operasional. Dengan momentum saat ini, COIN menilai peluang baru di ekosistem kripto sebagai bagian dari strategi ekspansi. Di dalam kerangka ini, Cetro Trading Insight akan terus menyajikan analisis mendalam untuk membantu investor memahami dinamika sektor.