Laporan Nordea, disusun oleh Jan von Gerich, dirangkum untuk pembaca oleh Cetro Trading Insight. Laju rebound dolar AS terhadap pasangan EUR dan JPY dibahas secara rinci dalam dokumen tersebut. Meski terjadi rebound, analisis tetap menekankan bahwa tekanan bearish terhadap USD tetap relevan untuk horizon jangka panjang. Perubahan harga belum menandakan keruntuhan dolar, melainkan respons pasar terhadap alternatif penyimpan nilai.
Dalam konteks ini, investor terlihat mengejar peluang diversifikasi dan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih menarik dibanding dolar. Arus modal lintas mata uang mencerminkan preferensi terhadap risiko serta likuiditas yang berbeda, meskipun jalur pergerakannya tidak selalu lurus. Intinya adalah risiko terhadap USD tetap ada meski ada rebound sesaat.
Lebih lanjut, laporan menegaskan tidak ada kejutan pada kebijakan laju suku bunga dari Federal Reserve maupun Bank Sentral Eropa sepanjang tahun berjalan. Secara jangka panjang, prospek menunjukkan potensi peningkatan imbal hasil yang dapat menambah tekanan terhadap dolar di timeframe menengah hingga panjang.
Analisis menyoroti bagaimana kebijakan moneter menjadi faktor utama dalam arah dolar. Ekspektasi pasar memperkirakan Fed dan ECB tidak akan mengubah tingkat suku bunga dalam tahun ini, meskipun proyeksi untuk suku bunga jangka panjang tetap naik. Kondisi ini cenderung memperkuat tekanan pada dolar jika data ekonomi tidak menunjukkan kejutan positif.
Sementara itu, investor terus mencari alternatif terhadap USD, yang mengakibatkan aliran modal lintas negara dan volatilitas pasangan utama. Pergerakan semacam ini bisa memperkuat pasangan seperti EURUSD saat dolar melemah, atau memicu pergeseran dalam USDJPY jika pasar menilai risiko global berbeda.
Secara keseluruhan, dinamika pasar menunjukkan ketahanan dolar terhadap kejutan mendadak namun juga menunjukkan potensi tren penurunan dalam jangka menengah. Pasar menilai bahwa perubahan suku bunga jangka panjang akan terjadi secara bertahap; hal ini relevan bagi investor yang menimbang timing masuk pasar forex.
Bagi trader, fokus utama adalah arah umum dolar terhadap pasangan utama, terutama EURUSD. Meski berita ekuitas dan obligasi global memicu volatilitas, kerangka risiko dan reward perlu dijaga dengan jelas. Rencana trading yang baik menimbang target keuntungan relatif terhadap risiko yang ditoleransi.
Namun, karena artikel ini tidak menyajikan level harga spesifik atau sinyal teknikal deterministik, rekomendasi trading bersifat umum. Investor disarankan memonitor indikator makro seperti data inflasi, data pekerjaan, dan komentar bank sentral untuk menyusun ekspektasi arah jangka menengah.
Dalam konteks preferensi risiko, rasio reward-to-risk minimal 1:1.5 menjadi pedoman bagi posisi yang diambil. Dengan asumsi arah jangka panjang USD melemah, strategi long EURUSD dapat dipertimbangkan, sambil tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat dan tidak bertumpu pada satu arah pasar tunggal.