Dolar AS Menguat Dekat 97,20 Menanti Notulen FOMC dan Data GDP Q4

Dolar AS Menguat Dekat 97,20 Menanti Notulen FOMC dan Data GDP Q4

trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) terlihat menguat pada perdagangan Eropa awal, mendekati level 97,20 ketika pasar menanti notulen FOMC. Pergerakan ini terjadi setelah Federal Reserve memilih untuk menunda siklus pemangkasan suku bunga pada pertemuan Januari. Kondisi ini memberi sinyal bahwa dolar masih mendapat dukungan dari kebijakan moneter yang lebih ketat dibanding beberapa mitra ekonominya.

Notulen yang akan dirilis diperkirakan menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan Fed untuk menahan langkah pelonggaran. Dokumen tersebut juga diharapkan memberi gambaran tentang bagaimana kebijakan akan bergerak ke depan, tergantung pada dinamika inflasi dan kinerja ekonomi secara keseluruhan. Investor menyimak dengan seksama untuk petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Sementara itu, pasar tetap menguji kebijakan yang bersifat data-dependent. Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3,50%–3,75% dan menegaskan pendekatan yang didorong oleh perkembangan data ekonomi. Indikator probabilitas di CME menunjukkan keyakinan bahwa suku bunga kemungkinan tidak berubah pada pertemuan Maret maupun April mendatang.

Notulen FOMC diperkirakan akan mengurai alasan rinci di balik keputusan menahan pelonggaran, termasuk konteks pertumbuhan yang melambat serta tekanan harga yang sedang direkayasa ulang. Dokumen ini juga akan menyoroti bagaimana inflasi dan faktor-faktor risiko harga akan membentuk kebijakan ke depan.

Para analis menilai bagaimana petunjuk mengenai jalur kebijakan akan muncul di notulen tersebut, dengan fokus pada kemungkinan perubahan arah kebijakan jika data inflasi atau pertumbuhan menunjukkan dinamika yang berbeda dari ekspektasi pasar. Pasar akan menimbang setiap sinyal mengenai jalur suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Meski inflasi AS terlihat melunak pada Januari, sejumlah pejabat tetap menekankan perlunya inflasi turun lebih lanjut untuk menjaga kestabilan harga. Komentar-komentar pejabat FOMC menjadi sumber kunci bagi pergerakan pasar dalam memperkirakan langkah kebijakan selanjutnya.

Pertumbuhan GDP Q4 dan Implikasi pada Pasar

Data Produk Domestik Bruto (PDB) Q4 diperkirakan mencatat pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan, sedikit lebih rendah dibanding pembacaan sebelumnya sebesar 4,4%. Angka tersebut menunjukkan perlambatan, namun tetap menandakan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan. Para pelaku pasar menilai apakah tren ini konsisten dengan dinamika ekonomi secara keseluruhan.

Meski inflasi telah menunjukkan pelemahan, fokus utama tetap pada bagaimana data GDP memetakan arah kebijakan ke depan. Rilis ini akan menjadi acuan bagi keputusan kebijakan serta persepsi investor terhadap keseimbangan antara kestabilan harga dan pertumbuhan ekonomi.

Rilis GDP Q4 diantisipasi sebagai momen kunci untuk menilai risiko dan peluang di pasar valuta asing serta aset berisiko. Investor menilai bagaimana angka tersebut akan membentuk ekspektasi terhadap potensi perubahan suku bunga di masa mendatang serta respons kebijakan The Fed.

broker terbaik indonesia