Indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan mendekati level 97 pada sesi Amerika kemarin. Menurut Cetro Trading Insight, faktor teknis dan sentimen investor menambah tekanan pada pergerakan dolar. Pasar juga menimbang dampak pergerakan imbal hasil dan likuiditas menjelang rilis data utama minggu ini.
Bloomberg melaporkan secara eksklusif bahwa Rusia mempertimbangkan kembali penyelesaian transaksi menggunakan dolar AS, membuka potensi kerja sama dalam beberapa bidang kunci. Opsi-opsi mencakup kembalinya sistem settlement berbasis dolar, kemitraan minyak dan gas, serta kolaborasi pada bahan baku kritis dan energi nuklir. Namun langkah ini akan membutuhkan pelonggaran sanksi AS, termasuk akses dolar AS bagi Rusia, sebelum langkah tersebut bisa diterapkan.
Di sisi pasar tenaga kerja, klaim pengangguran AS turun menjadi 227 ribu untuk pekan yang berakhir 7 Februari. Data tersebut sedikit di bawah estimasi 222 ribu namun lebih rendah dari revisi 232 ribu pada pekan sebelumnya, mengurangi tekanan pada pekerjaan di pasar. Indeks DXY sekitar 96.90, cenderung menguat meski para trader menantikan rilis CPI AS bulan Januari untuk konfirmasi arah kebijakan.
GBP/USD bergerak datar di sekitar 1.3620 setelah laporan klaim pekerjaan AS menunjukkan perbaikan moderat pasar tenaga kerja. Sinyal teknikal di beberapa pasangan menahan koreksi dan volatilitas cenderung menunggu konfirmasi data berikutnya. Pasar juga menakar dampak kebijakan bank sentral terhadap likuiditas dolar.
EUR/USD diperdagangkan mendekati zona 1.1860 dengan pergerakan terbatas sepanjang hari. Pasar menantikan flash GDP Zona Eropa untuk Q4 sebagai panduan arah pertumbuhan kuartal terakhir. Kondisi ini meningkatkan fokus pada keputusan kebijakan ECB yang akan datang dan potensi perubahan suku bunga di wilayah tersebut.
USD/JPY diperdagangkan sekitar 152.80, melemah untuk hari keempat beruntun akibat kekhawatiran akan hasil pemilu Jepang dan intervensi pasar yang sedang berlangsung. AUD/USD berada di sekitar 0.7080 setelah gain intraday mereda, menunjukkan kemunduran pada sentiment risiko global. Harga logam mulia berada di sekitar 4.913 dolar per ounce, menandai retracement dari level tertingginya sebelumnya.
Jadwal untuk Jumat 13 Februari mencakup RBNZ Inflation Expectations (Q1), Swiss January CPI, Eurozone flash GDP (Q4), dan US January CPI. Pasar memperhatikan setiap petunjuk mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter global, dengan fokus pada bagaimana data ini memicu pergeseran posisi mata uang utama.
Selain itu, mandi data lain yang dirilis memperlihatkan dinamika pasar tenaga kerja dan pertumbuhan di negara utama dunia, yang berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap suku bunga bank sentral. Investor juga menilai bagaimana faktor geopolitik dan hubungan Rusia-AS dapat membentuk arus modal di sektor valuta asing.
Jadwal akhir pekan pekan ini meliputi pidato Presiden ECB Christine Lagarde dan rilis data Jepang Q4 preliminary GDP. Kedua acara tersebut diimbuhi dengan risiko volatilitas di pasar global, sehingga pelaku pasar disarankan memperhatikan indikator-m indikator kunci dan pernyataan kebijakan yang dirilis.