Nilai Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 98,70 setelah dua hari kenaikan. Pasar menilai data ekonomi sebagai penguat kebijakan tanpa kejutan signifikan. Ketegangan menjelang rilis NFP Jumat membuat investor menahan arah untuk sementara.
Laporan ADP Desember menunjukkan penambahan 41.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi 47.000. Data ini memperlihatkan pelambatan dalam pendataan tenaga kerja meskipun konteks lingkup ekonomi secara umum masih positif. Sementara itu, Indeks PMI Jasa ISM naik menjadi 54,4, melampaui ekspektasi 52,3, dan menandakan layanan tetap menjadi motor utama pertumbuhan.
Angka JOLTS November 7,146 juta menampilkan penurunan dibanding Oktober yang direvisi, dan berada di bawah proyeksi pasar sekitar 7,6 juta. Data tenaga kerja yang berbeda-beda itu memperkuat gambaran ekonomi masih rapuh meski sektor jasa menunjukkan kekuatan. Dalam peta volatil yang lebih luas, dolar menunjukkan ketahanan terbatas sambil menimbang dampak rilis data berikutnya.
Pasar menjelang NFP Jumat diperkirakan menambah 55.000 pekerjaan di Desember, turun dari 64.000 pada November. Angka ini menunjukkan pelambatan, tetapi tetap mencatat penambahan pekerjaan. Investor menilai apakah pola ini cukup untuk mengubah ekspektasi kebijakan.
ADP dan JOLTS mengisyaratkan dinamika tenaga kerja yang berbeda dengan ISM PMI Jasa yang kuat. Ketidaksejajaran ini menambah kompleksitas prediksi arah dolar dan kebijakan Fed. Di saat yang sama, momentum sektor jasa mendorong beberapa pelaku pasar untuk menahan asumsi kebijakan moneter.
Kondisi pasar tampak berhati-hati dan cenderung diperdagangkan dalam kisaran. Investor menimbang antara sinyal pelonggaran kebijakan dan potensi perlambatan tenaga kerja. Dalam konteks ini, arah dolar masih dibayangi ketidakpastian dan tidak ada konfirmasi jelas untuk trading jangka pendek.
Beberapa pejabat The Fed menilai perlunya pemangkasan suku bunga secara agresif pada tahun ini untuk menjaga momentum ekonomi, meskipun ada risiko inflasi. Gubernur Fed Stephen Miran menekankan bahwa langkah pemotongan bisa menjadi bagian dari strategi penyesuaian kebijakan. Pasar menyerap komunikasi kebijakan sambil menimbang data ekonomi yang masih campur aduk.
Neel Kashkari dari Fed Minneapolis memperingatkan adanya risiko lonjakan pengangguran jika momentum melambat lebih lanjut. Ketakutan terhadap peningkatan pengangguran menambah volatilitas di pasar keuangan dan menahan langkah dolar. Meski begitu, beberapa kalangan melihat peluang bagi volatilitas jangka pendek jika data NFP menunjukkan ketidakpastian yang lebih tinggi.
Secara umum, tidak ada sinyal trading yang konsisten dari data terkait hingga rilis NFP. Kondisi ini membuat para trader disarankan untuk berhati-hati dan menghindari posisi besar tanpa konfirmasi arah. Karena dinamika antara data fundamental dan gambaran teknikal tetap saling memengaruhi, rekomendasi saat ini adalah menahan posisi dan memantau pergerakan pasar dengan disiplin.