Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3,50%–3,75% pada pertemuan 28 Januari, menghentikan rangkaian penyesuaian setelah tiga pemotongan kuartal berturut-turut di 2025. Keputusan ini mencerminkan pandangan bahwa ekonomi menunjukkan momentum yang stabil meski inflasi masih menjadi risiko. Ketua Fed, Jerome Powell, menyoroti perbaikan prospek pertumbuhan dan stabilisasi di pasar tenaga kerja sebagai alasan untuk menunda langkah pemotongan lebih lanjut.
Rilis Non-Farm Payrolls (NFP) Januari memperkuat sinyal kehati-hatian kebijakan tersebut, dengan tambahan pekerjaan sekitar 130 ribu pada bulan tersebut, terbesar dalam lebih dari satu tahun. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang lebih sehat. Imbal hasil obligasi AS naik dan pasar menggeser ekspektasi pemotongan selanjutnya dari Juni ke Juli, dengan probabilitas mendekati nol untuk langkah pada Maret.
Penundaan rilis CPI Januari hingga Jumat, 13 Februari, menjadi katalis berikutnya. Analis memperkirakan headline CPI turun menjadi sekitar 2,5% secara tahunan, dari 2,7% bulan sebelumnya, meski kejutan data dapat mengubah jalur kebijakan dalam periode pendek. Sementara itu, dolar AS juga menghadapi perbaikan kekuatan Yen Jepang akibat intervensi verbal serta harapan atas agenda fiskal expansif pemerintah Jepang.
Di sisi teknikal, grafik 1 jam menunjukkan harga bergerak dalam kisaran rendah di bawah 200-period EMA yang berada sekitar 97,04. Nilai DXY berada di 96,92 menjelang rilis CPI. Titik tertinggi sesi di 97,27 menandai penolakan dari zona tersebut, sementara rendah sesi di 96,49 menciptakan rentang yang luas.
Support terdekat berada di 96,80, menjadi dasar konsolidasi saat ini. Penembusan di bawah level itu membuka jalur ke 96,49, dengan area 96,43 yang bertepatan dengan zona overlap dan retracement 61,8% pada kerangka waktu lebih tinggi. Secara teknikal, level-level ini membentuk kerangka bagi pergerakan jangka pendek.
Untuk perubahan arah yang lebih jelas, diperlukan penutupan harian di atas 97,04 untuk menantang 97,27. Oscillator Stochastic (14,5,5) menunjukkan kondisi oversold tanpa adanya bullish crossover yang konklusif, sehingga rebound cenderung terbatas. Jika harga mampu mempertahankan di atas 97,04, bias intraday bisa berubah menjadi bullish; sebaliknya, struktur lebih condong ke konsolidasi lanjutan atau menguji ulang rendah 96,49 menjelang CPI.
Bagi pelaku pasar, data ini menandai risiko volatilitas agar rilis CPI berikutnya menjadi penentu arah utama. Ketidakpastian dapat mendorong trader untuk mengambil pendekatan defensif dan menghindari posisi besar tanpa konfirmasi jelas. Dalam laporan kami di Cetro Trading Insight, kami menekankan pentingnya konteks makro dan stabilitas teknikal sebelum mengambil keputusan.
Karena tidak ada sinyal perdagangan eksplisit dari pola harga saat ini, fokus manajemen risiko menjadi prioritas. Strategi defensif melibatkan menjaga posisi dalam kisaran hingga ada konfirmasi breakout di atas 97,04 atau di bawah 96,49, dengan target reward minimal 1:1,5 terhadap risiko yang diambil.
Rencana lanjutan mencakup memantau kalender ekonomi: rilis CPI Januari pada 13 Februari dan petunjuk kebijakan Fed yang menyertainya. Trader disarankan mengikuti level kunci 97,04 dan 96,49 serta mengevaluasi potensi retest 61,8% untuk konteks arah pasar. Dengan demikian, tindakan trading yang tepat adalah menunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi.