
Analisis dari Scotiabank, Shaun Osborne dan Eric Theoret menyoroti bahwa dolar AS melandai untuk sesi ketiga berturut-turut karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve semakin melemah. Pasar swap kini mencerminkan bahwa pengetatan kebijakan hingga September kemungkinan kurang dari 20 basis poin. Hal ini menandai perubahan letak risiko di pasar dan mempengaruhi aliran modal ke aset likuid global.
Pergerakan harga di pasar berjangka menunjukkan pelonggaran tekanan kebijakan moneter, membuat prospek pengetatan lebih moderat. Investor menilai bahwa risiko pengetatan agresif tidak lagi dominan seperti beberapa waktu lalu. Kondisi ini mengisyaratkan kemungkinan koreksi pada DXY seiring spekulasi pasar berubah.
Kata kunci dari dinamika tersebut adalah titik support di sekitar 100.50 hingga 100.60 pada DXY, yang bisa menarik arah indeks ke bawah jika momentum masih melemah. Penurunan lebih lanjut bisa memicu pergeseran sentimen di pasar valuta dan mempengaruhi pasangan mata uang utama. Meskipun demikian, dinamika pasar tetap rentan terhadap rilis data ekonomi dan komentar pejabat kebijakan.
Kemunduran momentum dolar memberi ruang bagi mata uang utama, terutama euro, untuk mencoba rebound. EURUSD dan pasangan lain berpotensi mendapat dukungan teknikal dari pelemahan DXY sebagai katalis utama. Namun, volatilitas tetap tinggi karena trader menunggu arah kebijakan berikutnya dan data ekonomi yang datang.
Kebijakan Fed yang tidak terlalu hawkish mengubah harga kebijakan, menahan tekanan pada dolar. Namun, pergerakan lintas pasar tetap responsif terhadap rilis data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral yang bisa mengubah ekspektasi.
Untuk EURUSD, potensi penguatan dolar berkurang jika DXY meluncur lebih rendah, meskipun pergerakannya juga dipengaruhi sentimen risiko global. Kondisi teknikal menunjukkan peluang bagi euro untuk menarik diri ke level resistensi yang relevan jika data ekonomi mendukung. Pada akhirnya, perubahan likuiditas di pasar akan menentukan apakah pasangan ini bisa menembus kisaran harga utama.
Secara teknikal, aksi harga DXY menunjukkan jeda bearish setelah reli May–June, menandakan adanya tekanan korektif yang bisa berlanjut. Indikator teknikal seperti moving averages mulai menyempit, menandakan kehilangan momentum pada reli dolar. Situasi ini mendorong para pelaku pasar untuk memperhatikan level support dan potensi retracement.
Jika tekanan korektif berlanjut, fokus analitis bergerak ke target-level kunci di sekitar 100.50/60 bagi DXY dan area support untuk pasangan utama. Pergerakan pasangan mata uang utama akan sangat bergantung pada data ekonomi berikutnya, termasuk indikator inflasi dan keputusan kebijakan moneter. Risiko geopolitik dan likuiditas pasar juga bisa mempengaruhi arah tren dalam beberapa sesi ke depan.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dengan bantuan alat analitik dan tinjauan editor, sehingga pembaca bisa mendapatkan gambaran komprehensif tentang dinamika pasar tanpa memberi sinyal trading eksplisit. Untuk entri perdagangan, disarankan menunggu konfirmasi dari rilis data ekonomi utama atau komentar pejabat kebijakan sebelum mengambil posisi. Pelaku pasar sebaiknya menjaga manajemen risiko dan mematuhi rencana perdagangan yang telah ditetapkan.