Dollar Index (DXY) bergerak mendatar sekitar 96,60 pada sesi Asia jelang rilis laporan pekerjaan AS yang ditunda. Pasar menimbang bagaimana angka pekerjaan Januari akan membentuk proyeksi kebijakan moneter Federal Reserve. Dengan demikian, para pelaku pasar mencoba memahami potensi arah dolar dan likuiditas di pasar valuta asing.
NFP diproyeksikan menambah sekitar 70.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,4%. Hasilnya akan menjadi kunci bagi pandangan investor tentang apakah kebijakan suku bunga akan tetap dovish atau menggeser arah. Perkembangan ini juga akan membentuk ekspektasi terhadap jalannya pemotongan suku bunga di masa mendatang.
Analis HSBC, Jose Rasco dan Michael Zervos, menyoroti bahwa Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase menjadi kisaran 3,50-3,75% dan meluncurkan pembelian instrumen jangka pendek untuk manajemen cadangan. Mereka memperkirakan tingkat kebijakan akan tetap stabil melalui 2026-27. Kondisi ini menambah konteks bagi investor yang menilai risiko dan peluang di pasar uang.
Data NFP yang dinanti diperkirakan menunjukkan penambahan 70.000 pekerjaan pada Januari, sedangkan pengangguran diperkirakan tetap di 4,4%. Angka-angka itu bisa memperkuat gambaran bahwa ekonomi AS masih dalam ekspansi yang sangat lambat namun berkelanjutan. Hasilnya akan membentuk nuansa untuk keputusan kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga di kalangan trader.
Kebijakan The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada rapat Maret, dengan pemotongan pertama berpotensi baru terlihat pada Juni dan mungkin diikuti pada September jika inflasi bergerak turun sesuai proyeksi. Pasar menilai sikap kebijakan ini akan membentuk jalur kebijakan jangka menengah dan mempengaruhi pergerakan dolar terhadap mata uang utama lainnya. Ketidakpastian tetap ada, namun kerangka kebijakan tampak terkendali.
Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan turun menjadi 3,1% pada Januari, level terendah enam bulan, setelah 3,4% di Desember. Angka tersebut menambah konteks bagi perencanaan moneter dan membantu menjelaskan narasi bahwa tekanan harga bisa mereda tanpa perlambatan besar pada tenaga kerja. Indikator inflasi jangka tiga dan lima tahun juga bergerak mantap di sekitar 3%.
Kondisi DXY yang relatif lemah membuka peluang bagi pasangan mata uang utama untuk mengikis sebagian keunggulan dolar. Trader dapat memantau pergerakan EURUSD, USDJPY, dan pasangan utama lainnya yang rentan terhadap perubahan sentimen data kerja dan kebijakan moneter. Namun volatilitas tetap mungkin meningkat setelah publikasi data NFP.
Dari sisi manajemen risiko, pedagang disarankan menunggu konfirmasi arah setelah rilis NFP sebelum mengambil posisi; tetap pertimbangkan level ekspektasi volatilitas dan batas risiko. Perluasan posisi harus diatur dengan toleransi risiko yang jelas agar potensi imbal balik memenuhi standar minimal yang diinginkan.
Secara garis besar, fokus pasar cenderung netral untuk dolar dalam jangka pendek, dengan perhatian kuat pada data pekerjaan dan respons kebijakan Fed. Arah berikutnya banyak bergantung pada bagaimana hasil NFP membentuk jalur suku bunga dan prospek reliansi inflasi. Untuk trader forex, kehati-hatian tetap penting sambil menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.