Cetro Trading Insight mencatat bahwa DXY melemah memulai pekan perdagangan setelah penutupan Jumat yang lemah, dengan CHF, EUR, dan Yen Jepang memimpin kenaikan mata uang utama. Pergerakan dolar yang terbatas menandai awal minggu dengan likuiditas yang relatif tipis menjelang data-data penting. Tim redaksi Cetro Trading Insight menekankan bahwa pelaku pasar menyimak dinamika pasar secara luas.
Para analis menilai bahwa tekanan terhadap dolar berasal dari aliran berita baru, termasuk peringatan regulator China terkait US Treasuries yang menjadi headwind tambahan. Sentimen pasar cenderung menguat pada aset berisiko jika risiko China mereda, namun saat ini investor cenderung menjaga posisi hati-hati. Ketidakpastian ini mengarah pada preferensi yang lebih beragam terhadap aset non-dollar.
Para pelaku pasar menilai bahwa rilis data ekonomi AS pekan ini— Retail Sales, NFP, dan CPI— bisa menjadi risiko downside bagi dolar jika angka-angka tersebut lemah. Analis memperkirakan inflasi AS berpotensi moderat dari level akhir 2025, yang menambah tekanan pada kurs dolar. Dengan demikian, arah dolar akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana data tersebut membentuk ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter ke depan.
Regulator China baru saja melontarkan peringatan terhadap US Treasuries, menciptakan hambatan baru bagi sentimen dolar. Langkah tersebut meningkatkan ketidakpastian bagi investor mengenai arus modal global dan permintaan terhadap utang AS. Sinyal ini memberi tekanan tambahan pada dolar dalam jangka pendek.
Selain itu, fokus pasar tertuju pada data-data ekonomi AS yang dirilis minggu ini seperti Retail Sales, NFP, dan CPI. Data tersebut berpotensi mengejutkan pasar jika menyimpang dari ekspektasi, sehingga volatilitas bisa meningkat. Investor menilai bagaimana respons pasar terhadap berita tersebut akan menentukan arah dolar di hari-hari berikutnya.
Riset juga menyoroti bagaimana hedging atau pengurangan eksposur terhadap aset AS oleh investor asing bisa mempengaruhi likuiditas dan volatilitas. Kondisi ini menambah dinamika risk-on/risk-off di pasar global. Perhatian ekstra juga ditujukan pada komentar pejabat kebijakan moneter yang bisa mengubah impresi risiko secara cepat.
Analisa menunjukkan bahwa jika inflasi AS melunak lebih lanjut, dolar berpotensi melemah lebih lanjut. Namun kekuatan ekonomi domestik yang tetap kukuh bisa membatasi penurunan tajam pada indeks dolar. Kombinasi faktor ini membuat arah dolar tetap rentan terhadap data rilis dan reaksi kebijakan.
Bagi trader, pendekatan yang prudent adalah menunggu rilis data utama minggu ini sambil memantau sinyal teknikal untuk peluang jangka pendek. Memanfaatkan pola pergerakan harga yang terkonfirmasi oleh data bisa membantu memperkecil risiko. Disiplin manajemen risiko menjadi kunci untuk menjaga peluang trade-eksposur tetap terjaga.
Rencana manajemen risiko sebagai dasar strategi, dengan target reward minimal 1:1.5, menjadi pedoman. Jika data menunjukkan tekanan penurunan pada dolar, investor bisa menimbang posisi long pada aset berdenominasi non-dollar. Sebaliknya, jika data menguat, penyesuaian posisi pada dolar bisa dipertimbangkan secara bertahap.