Harga perak (XAGUSD) turun lebih dari 2,5% setelah beberapa hari kenaikan, dengan perdagangan sekitar $81,70 per troy ounce pada sesi Eropa. Para pelaku pasar tampak mencatat keuntungan dari pergerakan sebelumnya, meski volatilitas tetap tinggi di pasar logam mulia.
Kondisi pasar kian bergejolak karena berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan dinamika permintaan safe-haven. Meski tekanan jual muncul, ada sinyal bahwa dukungan permintaan bisa kembali jika risiko geopolitik tidak meruncing. Laju pasar juga dipengaruhi perubahan sentimen terhadap aset risiko dan likuiditas global.
Rilis data ekonomi AS yang akan datang, termasuk penjualan ritel, laporan pekerjaan Januari yang tertunda, dan inflasi CPI, diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar. Investor menilai bagaimana data tersebut akan mempengaruhi ekspektasi terhadap langkah-langkah kebijakan The Fed.
Ketegangan antara AS dan Iran tetap menjadi faktor pendorong bagi pasar logam mulia. Meskipun ada tekanan jual, risiko eskalasi yang berkelanjutan memberi peluang bagi perbaikan permintaan terhadap aset penyimpan nilai jika pasar melihat eskalasi mereda.
Iran menegaskan komitmennya pada program enrichment uranium, memerlihatkan adanya benturan kepentingan yang dapat mengatur ulang sentimen pasar. Sementara itu, pejabat AS menilai volatilitas harga logam dipicu oleh aktivitas perdagangan global, menyiratkan bagaimana dinamika global bisa mempengaruhi arus modal ke aset berisiko rendah.
Dalam konteks kebijakan, para pelaku pasar menantikan arah kebijakan The Fed. Meskipun pasar memperkirakan suku bunga tidak berubah di Maret, ekspektasi pemangkasan pada Juni atau September tetap ada. Faktor suku bunga langsung mempengaruhi harga komoditas berpendapatan bunga rendah seperti perak.
Dengan potensi rebound yang diindikasikan oleh dinamika geopolitik, para trader bisa mempertimbangkan strategi long pada XAGUSD. Pembukaan pada kisaran sekitar $81,70 merupakan level masuk yang logis jika pasar menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah tekanan jual.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah membuka posisi beli dengan target keuntungan sekitar $86,50 dan berhenti rugi di sekitar $80,00. Rasio risiko-imbalan yang diharapkan sekitar 2,8:1 memberikan margin kompensasi yang layak jika sentimen membaik.
Manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama mengingat volatilitas yang lebih tinggi setelah lonjakan harga. Trader harus terus memantau rilis data ekonomi dan berita terkait kebijakan moneter untuk menilai apakah skenario bullish bertahan atau perlu penyesuaian posisi.