Dolar Menguat Didampingi Fed Minutes Hawkish, Emas Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Dolar Menguat Didampingi Fed Minutes Hawkish, Emas Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

trading sekarang

Risalah pertemuan kebijakan Fed Januari menyoroti bahwa Komite tidak menutup diri pada satu arah kebijakan. Beberapa pejabat menegaskan kemungkinan menyusun kebijakan massa depan dengan pendekatan dua sisi jika inflasi tetap berada di atas target. Analisis yang diinformasikan MUFG menyatakan sinyal kebijakan hawkish meski ada dissent, sehingga sentimen terhadap dolar cenderung positif dalam jangka pendek.

Indeks Dolar AS (DXY) menguat lebih dari 0,5% pada sesi kemarin dan menyentuh sekitar 97,80, level tertinggi dalam lebih dari seminggu di pembukaan Asia. Pergerakan dolar tampak berada di kisaran 97,70 tanpa perubahan berarti saat ini. Pasar menantikan rilis data AS seperti neraca perdagangan barang Desember dan klaim pekerjaan awal untuk memberi arah lebih lanjut.

Rilis risalah juga memicu fokus pada bagaimana kebijakan moneter ke depan akan disesuaikan dengan dinamika inflasi. Sinyal hawkish memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan bisa menyesuaikan jika inflasi tetap kuat, meski ada faktor dissent. Dalam gaya analisis kami di Cetro Trading Insight, pandangan pasar tetap sensitif terhadap risiko geopolitik yang bisa menambah volatilitas di pasar valas.

Ketegangan geopolitik global meningkat dan cenderung meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven. CBS News melaporkan bahwa militer AS siap melakukan serangan terhadap Iran, dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln dan armada kapal perang berada di wilayah tersebut, sementara USS Gerald Ford menuju wilayah tersebut.

Di sisi komoditas, emas terlihat mendapat manfaat dari ketegangan tersebut dan diperdagangkan di wilayah positif, bahkan dilaporkan berada di atas level 5.000 dolar per ounce, menandakan minat investor terhadap lindung nilai saat ini.

Data pekerjaan Australia yang dirilis menunjukkan bahwa pengangguran tidak berubah di 4,1% pada Januari, dengan Employment Change tercatat +17,8 ribu, memberikan konteks bagi AUD/USD. Reaksi pasar terhadap data ini membantu AUD/USD menguat di atas 0,7050 dan NZD/USD rebound mendekati 0,5980, sementara lingkungan risiko global tetap menjadi variabel utama.

AUD/USD melonjak di atas 0,7050, NZD/USD rebound sekitar 0,5980, sedangkan EUR/USD turun sekitar 0,6% dan diperdagangkan sekitar 1,1800; GBP/USD turun lebih dari 0,5% ke wilayah sekitar 1,3500 saat sesi Eropa terbuka; USD/JPY bergerak ke atas dan mendekati 155,00.

Pergerakan silang ini mencerminkan dolar yang lebih kuat dan respons terhadap sinyal kebijakan bank sentral. Investor menimbang risiko geopolitik, inflasi, dan dinamika likuiditas saat menilai peluang trading pada pasangan mata uang utama serta logam mulia.

Secara keseluruhan, volatilitas pasar tetap tinggi meski peluang trading tetap ada dengan risiko-imbalan yang lebih tinggi dari 1:1,5. Pelaku pasar disarankan untuk mengelola eksposur dengan disiplin, menggunakan parameter manajemen risiko yang tepat sesuai profil risiko.

broker terbaik indonesia