Dolar telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa sesi terakhir, didorong oleh pergerakan logam mulia yang cenderung melemah saat dolar menguat. Pergerakan harga emas sering kali berlawanan arah dengan kekuatan greenback, sehingga dinamika logam mulia mencerminkan perubahan mood risiko di pasar. Kondisi ini membuat pelaku pasar mencermati sinyal dari data ekonomi dan kebijakan moneter untuk memahami arah jangka pendek.
Analisis para pakar menyoroti bahwa fokus utama adalah bagaimana data ekonomi terbaru dan dinamika suku bunga jangka pendek akan mempengaruhi arah dolar. Pasar menilai kemungkinan rebound jika data ekonomi menunjukkan kekuatan berkelanjutan. Sementara itu, volatilitas tetap menjadi risiko yang perlu dikelola oleh investor yang ingin menimbang peluang jangka pendek.
Francesco Pesole dari ING menekankan bahwa dolar bisa bergerak sejalan dengan data non-farm payroll dan angka pengangguran yang stabil atau membaik. Dia menambahkan bahwa gambaran ini dapat mendukung stabilisasi atau pemulihan dolar lebih lanjut jika rilis data sesuai ekspektasi. Secara umum, analis menyarankan untuk memantau minat terhadap pembelian saat harga turun sebagai sinyal awal pergeseran momentum.
ING memperkirakan payroll nonfarm sekitar 80 ribu pekerja baru dengan tingkat pengangguran diperkirakan tetap pada 4,4 persen. Angka-angka tersebut dinilai penting karena mereka dapat mendorong kejutan pada ekspektasi kebijakan moneter jangka pendek. Pelaku pasar menilai bahwa data yang mendasari dapat menambah tekanan pada dolar jika angka-angka outperformed.
Prediksi tersebut dipandang sebagai kunci untuk menilai stabilisasi atau pemulihan dolar di fase berikutnya. Investor akan memantau bagaimana angka ini mempengaruhi imbal hasil obligasi dan ekspektasi suku bunga jangka pendek. Secara praktis, rilis payroll bisa menjadi pemicu volatilitas singkat di pasar mata uang.
Francesco Pesole dari ING menekankan pentingnya respons pasar terhadap data tersebut, karena pergeseran kecil pada ekspektasi yield bisa memicu pergerakan dolar yang berarti. Pedagang valuta asing disarankan untuk memperhatikan signal dari data tenaga kerja dan bagaimana mereka menimbang risiko kebijakan di level yang lebih luas. Analisis ini memberikan konteks fundamental yang mendukung pandangan bahwa dolar bisa menguat jika data memperkuat harapan pengetatan kebijakan.
Fokus utama pasar sekarang adalah bagaimana dolar merespons data ekonomi yang akan dirilis mendatang dan bagaimana dinamika suku bunga jangka pendek membentuk tren pasangan mata uang utama. Perubahan tilt kebijakan dan perubahan yield dapat memicu pergeseran arah yang signifikan dalam beberapa sesi. Dengan demikian, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap kejutan yang mungkin muncul.
Beberapa analis menilai ada minat untuk membeli penurunan di EUR/USD ketika koreksi terjadi, meskipun rekomendasi utama tetap dipengaruhi oleh kekuatan dolar. Analisis ini menyoroti pendekatan buy the dip sebagai peluang, terutama jika data mendatang memberi sinyal stabilitas ekonomi. Meskipun demikian, risiko volatilitas tinggi tetap menjadi bagian dari skenario.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergerakan selanjutnya bergantung pada bagaimana data ekonomi datang dan bagaimana pasar menilai dinamika suku bunga jangka pendek. Dalam catatan penutup, media kami menekankan pentingnya manajemen risiko dan pemahaman terhadap sinyal fundamental sebelum mengambil posisi. Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh seorang editor.