Menurut Frantisek Taborsky dari ING, pasar negara Eropa Tengah dan Timur telah kembali mengadopsi ekspektasi penurunan suku bunga menjelang data inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB) yang penting. Ia menyoroti bahwa likuiditas pada PLN, HUF, dan CZK sedang menguji posisi saat ini dan memberi tekanan pada mata uang regional.
Rasio imbal hasil yang menguat telah menguji ketahanan pasar valuta asing (FX), meskipun tidak ada narasi lokal yang kuat. PLN dan HUF mencoba menekan level rendah lokal baru, sedangkan pasar CZK mulai memperhitungkan peluang pemotongan suku bunga setelah respons inflasi yang berlebihan pekan lalu.
Analisis menunjukkan bahwa angka inflasi dalam beberapa hari ke depan dapat memperkuat narasi pelonggaran kebijakan dan mendorong imbal hasil lebih rendah. Tekanan terhadap FX CEE masih berlanjut, meskipun beberapa perolehan sebelumnya telah mereda. Skenario lain yang diperhatikan adalah EUR/PLN dan EUR/CZK diperkirakan tetap berada dalam kisaran saat ini dalam beberapa hari mendatang; lelang obligasi Polandia, Republik Ceko, dan Hungaria akan menjadi ujian teknis, dengan arah akhir kemungkinan dipengaruhi data ketenagakerjaan AS.
Dalam konteks ini, data inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PDB) yang mendekat dianggap menjadi penentu utama bagi kebijakan dan pergerakan kurs di wilayah CEE. Pasar menilai inflasi yang moderat dapat menjaga durasi pelonggaran dan mempertahankan pasangan mata uang utama di kisaran saat ini.
Tanpa kejutan besar, narasi dovish dapat mempertahankan dinamika pasar dan menjaga EUR/PLN serta EUR/CZK tetap terkunci dalam kisaran. Investor menuntut kejelasan lebih lanjut mengenai jalur kebijakan seiring dengan rilis data inflasi dan PDB yang mendekat.
Lelang obligasi di Polandia, Republik Ceko, dan Hungaria menjadi fokus teknis untuk menilai daya tahan reli obligasi dan bagaimana pasar menilai risiko kepemilikan jangka pendek terhadap aset pemerintah. Arah lebih lanjut juga bisa terbentuk jika data ketenagakerjaan AS pada minggu ini menunjukkan perubahan signifikan.
Bagi trader, skenario utama adalah kisaran volatilitas yang diperkirakan tetap pada pasangan EURPLN. Pendekatan range trading dengan konfirmasi dari indikator teknikal bisa lebih tepat dibanding mencoba menebak breakout yang belum terlihat jelas.
Disarankan untuk menghindari posisi berisiko tinggi yang mengandalkan gerakan besar di luar kisaran. Kelola risiko dengan ukuran posisi yang tepat, sesuaikan stop loss dengan volatilitas harian, dan tetapkan target profit yang proporsional dengan risiko minimal 1:1.5.
Pantau rilis data inflasi dan laporan tenaga kerja AS karena keduanya berpotensi mengubah imbalan risiko dan arah pasar. Jika terjadi pergeseran menuju volatilitas yang lebih tinggi, pertimbangkan penyesuaian posisi secara bertahap untuk menjaga eksposur tetap terkendali.