Dow Jones Terseret Turun Hampir 300 Poin Seiring Harga Minyak Naik dan Sinyal Fed Hawkish

Dow Jones Terseret Turun Hampir 300 Poin Seiring Harga Minyak Naik dan Sinyal Fed Hawkish

Signal U/USSELL
Open49351
TP49000
SL49500
trading sekarang

Dow Jones turun hampir 300 poin pada hari Kamis setelah kenaikan harga minyak dan panduan korporasi yang hati-hati mengguncang sentimen investor. Indeks utama Wall Street melemah karena adanya kombinasi risiko geopolitik dan sinyal Federal Reserve yang lebih hawkish. Sesi perdagangan juga dipengaruhi oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari ekspektasi pasar.

Harga minyak naik lebih lanjut ke level tertinggi dalam beberapa bulan, meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan pada sektor keuangan. Sementara itu, pergerakan harga logam mulia juga menunjukkan permintaan perlindungan risiko, meskipun volatilitas menghalangi reli signifikan pada hari tersebut. Nasdaq dan S&P 500 masing-masing membukukan penurunan tipis setelah reli semalam.

Minutes FOMC dari rapat 27–28 Januari menampilkan nada hawkish, dengan beberapa pembuat kebijakan menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target. Mayoritas peserta memilih menahan suku bunga di 3,50–3,75%, meski ada sedikit perbedaan pendapat. Sementara itu, klaim pengangguran awal turun menjadi 206 ribu, mendukung skenario penahanan kebijakan oleh Fed.

Walmart melaporkan laba per saham (EPS) Q4 sebesar 0,74 dengan pendapatan 190,7 miliar dolar, melampaui estimasi di kedua lini. Penjualan comparable AS naik 4,6% kecuali bahan bakar, dan e-commerce global melonjak 24%. Namun, panduan laba penuh tahun 2,75–2,85 dolar per saham lebih rendah dari ekspektasi pasar. Perusahaan juga mengumumkan program buyback saham sebesar 30 miliar dolar, langkah terbesar dalam sejarah perusahaan.

Blue Owl Capital turun lebih dari 8% setelah mengumumkan pembatasan likuiditas bagi investor ritel pada dana kredit privatnya. Penjualan pinjaman senilai 1,4 miliar dolar juga dilakukan, menambah kekhawatiran likuiditas di sektor manajemen aset. Penurunan di nama-nama besar seperti Blackstone dan Apollo Global Management mengikuti pola tersebut.

Sektor perangkat lunak terus berada di bawah tekanan karena kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan model lisensi perangkat lunak konvensional. Salesforce, Intuit, dan Cadence Design Systems mengalami penurunan signifikan, menandai tekanan berlanjut sepanjang tahun. Komentar dari eksekutif industri memperlihatkan kekhawatiran terkait dampak AI terhadap permintaan lisensi tradisional.

Dinamika Komoditas dan Proyeksi Kebijakan Moneter

Harga minyak mentah melanjutkan rally di tengah tensi AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz untuk latihan militer, meningkatkan risiko pasokan global. WTI melewati level 66 dolar per barel dan Brent di sekitar 71,5 dolar per barel, tertinggi dalam beberapa bulan. Ketegangan geopolitik ini menambah tekanan inflasi dan mempersulit jalur kebijakan Fed menuju rilis PCE akhir pekan ini.

Permintaan safe-haven mendorong logam mulia untuk menguat menuju level sekitar 5.000 dolar per ounce, meski volatilitas tetap tinggi. Pasar memperhatikan bahwa risiko geopolitik dapat mengubah arah kebijakan yield yang diharapkan, menambah dinamika pasar logam mulia secara keseluruhan.

Deere & Company melaporkan lonjakan laba dan meningkatkan prospek 2026 setelah penjualan kuartal pertama mencapai 9,61 miliar dolar, naik 13% YoY. EPS berada pada kisaran 2,42 dolar dengan panduan laba bersih tahunan di 4,5–5,0 miliar dolar. Eksekutif menilai 2026 sebagai titik balik siklus bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

broker terbaik indonesia