Dow Jones menyentuh penurunan sekitar 220 poin pada penutupan pekan lalu karena investor menahan risiko setelah munculnya retorika perang dagang baru. Ketidakpastian kebijakan perdagangan nasional sering mendorong arus keluar modal dari saham berkapitalisasi besar menuju aset lebih defensif. Efeknya terlihat pada volatilitas yang melemah, tetapi sektor-sektor defensif tetap siap menjadi tempat perlindungan jika sentimen global memburuk.
Presiden AS Donald Trump menegaskan rencana mengenakan tarif baru terhadap delapan negara Eropa, memicu respons cepat dari para pemimpin Eropa. Kebijakan ini memperbesar risiko bagi rantai pasokan dan investasi perusahaan, sekaligus menambah ketidakpastian tentang bagaimana pertumbuhan ekonomi AS dapat bertahan di tengah tekanan perdagangan.
Meski pasar menunjukkan aktivitas rendah karena libur Hari Martin Luther King, investor tetap memantau irama berita. Fokus utama bergeser ke data ekonomi mendatang seperti ADP, inflasi PCE, dan laporan PMI yang bisa menentukan arah pergerakan berikutnya meskipun risiko geopolitik masih tinggi.
Trump mengumumkan tarif 10 persen untuk ekspor tertentu yang menuju Eropa, mulai 1 Februari, dengan opsi kenaikan 25 persen jika blok Eropa tidak menyepakati pemisahan negara secara jelas. Kebijakan ini menambah ketidakpastian bagi sektor manufaktur dan perdagangan luar negeri Amerika, karena banyak perusahaan bergantung pada aliran barang lintas batas.
Respon dari pemerintah Eropa beragam, namun langkah balasan kemungkinan akan menargetkan produk tertentu yang relevan bagi ekonomi AS. Sejumlah pemimpin menilai potensi dampaknya terhadap biaya produksi dan lapangan kerja di sektor-sektor yang sensitif terhadap harga impor. Sementara itu, isu Greenland turut memanaskan dinamika komunikasi antara Washington dan sekutu Eropa, meski fokus pasar tetap pada implikasi perdagangan.
Para analis menyatakan bahwa langkah tarif bisa memperpanjang periode volatilitas di pasar saham jika perusahaan menunda investasi dan konsumen menahan belanja. Investor mungkin akan menimbang lebih intensif terhadap laporan ekonomi, termasuk data inflasi dan momentum pekerjaan, untuk menilai apakah risiko kebijakan bisa mereda atau membesar.
Pasar bersiap menyambut beberapa data utama pekan ini, termasuk laporan ADP mengenai perubahan pekerjaan empat minggu, pidato publik Presiden Trump, serta rilis inflasi PCE. Titik data ini diharapkan bisa menambah gambaran tentang kekuatan ekonomi Amerika dan kebijakan moneter yang relevan di depan.
Indikator PMI S&P Global untuk Januari juga dinantikan sebagai gambaran terhadap dinamika sektor manufaktur dan jasa. Walau ekspor AS ke Eropa saat ini tidak besar, volatilitas kebijakan perdagangan dapat memengaruhi keputusan investasi dan sikap risk appetite investor di pasar saham.
Secara keseluruhan, sinyal trading dari artikel ini masih saat ini tidak cukup untuk rekomendasi posisi jelas pada indeks Dow Jones. Target risiko-imbalan yang ada tidak memenuhi kriteria untuk entry buy atau sell tanpa konfirmasi teknikal atau perubahan kebijakan yang signifikan. Dengan demikian, disarankan menunggu konfirmasi dari data utama sebelum mengambil langkah trading.